[FF] Return(되돌리다)

ost. Lee Seung Gi(이승기) _ Return(되돌리다)

 

Gwangju, Korea Selatan.

Kota yang sangat kurindukan selama ini. Tempat lahirnya cinta pertamaku, Heejung. Gadis cantik yang beberapa tahun silam mampu membuat hatiku hilang dari posisinya dan memilih untuk mengikuti langkahnya.

 

Flashback

 

Hari itu Heejung dihukum karena pak guru menemukan contekan di mejanya saat kami ujian, padahal aku tahu dia tak akan seperti itu.

“Maaf pak, itu milikku bukan milik Heejung.” Ucapku spontan, seluruh kelas menatapku tak percaya.

“Kalian silahkan keluar!.” Perintah pak guru tegas. Heejung sudah lebih dulu keluar, kemudian aku menyusulnya.

“Kau baik-baik saja?.” Tanyaku menepuk bahunya pelan. Dia malah menangis.

“Ibu pasti memarahiku kalau sampai tahu semua ini Yunho-ya…hiks.” aku menghapus pelan air mata yang mengalir di wajahnya.

“Tidak apa-apa, aku pastikan kau tak akan dimarahi.” Dia mengangguk pelan, lalu kupeluk tubuh mungil itu hangat. Terasa sekali alunan nafas yang tersendat karena isakannya.

“Kita ke ruang musik, hm?.” Tanyaku perlahan, dia menggeleng lemah. “Aku akan memainkan sesuatu untukmu, kau mau kan?.” Dia mendongakkan wajahnya lalu menatapku sejenak seperti berpikir. Tanpa menunggu lama aku menariknya turun keruang musik yang berada di lantai dasar.

Aku mendudukannya didepan piano klasik di ruangan itu kemudian aku duduk disampingnya.

Alunan lagu yang kumainkan terasa begitu cepat saat menatap wajahnya yang terpatri indah dalam memori otak ku. Ada rasa bahagia yang amat sangat bergelora dari dalam hatiku melihatnya bahagia seperti ini, seperti tak ada lagi yang kurang dihidupku.

Air matanya terhapus dan terganti oleh senyum manis yang selalu ingin kulihat setiap harinya.

“Yunho-ya, gumawo.”

“Gwaenchani. Janji satu hal padaku, jangan pernah menangis lagi, arrasseo?.”

“Yaksok!.”

Heejung-ah, aku Jung Yunho berjanji akan melakukan apapun yang bisa membuatmu bahagia.

 

*_*_*_*

 

“Jung Yunho! Apa ini? Kau juara umum sekolah dan kau menyontek?.” Sentak apa yang memanggilku keruang kerjanya.

Aku diam tak bisa mengelak perkataannya, dia orang yang sangat aku hormati mana mungkin aku berani mengelaknya.

“Bulan depan kau akan dipindahkan ke Seoul.”

“Tapi appa..”

“Tidak ada alasan, aku tidak ingin kau terpengaruh apapun disini. Lanjutkan sekolahmu dengan benar dan aku akan memberikan seluruh perusahaan padamu.”

BLAAMM!

Appa membanting pintu ruangan kerjanya, membiarkan aku sendiri didalamnya. Aku menatap seisi ruangan, berkas berkas kerja appa yang mungkin beberapa tahun lagi akan menjadi tanggung jawabku tertata rapi di dalam lemari kerjanya.

Tidak ada satupun cara untuk menyelesaikan semua ini terlintas dipikiranku. Pikiranku hanya dipenuhi bagaimana aku memberitahu Heejung tentang ini.

 

*_*_*_*

 

“Beberapa hari lagi kita ada pentas drama musikal, diharapkan semua murid keruang musik sekarang untuk berlatih.” Perintah Kim Seongsaenim. Aku menuju ruang musik dengan malas, tanpa Heejung. Ya, aku mulai menjauhinya, memutuskan untuk tak berbicara dengannya dulu sampai menemukan cara untuk memberitahunya.

“Jung Yunho, kau bisa bermain piano kan?.” Tanya Kim Seongsaenim. Aku mengangguk sopan.

“Kau dipasangkan dengan Kwon Ahra untuk bermain piano bersama, dia sudah ada diruang musik. Kau cepatlah temui dia.” aku mengangguk kemudian meneruskan langkahku.

Ruang musik masih kosong, hanya beberapa murid yang terlihat masih mengobrol dan ada juga yang menyiapkan alat musiknya.

“Mohon bimbingannya.” Ucap seorang gadis yang sepertinya bernama Ahra itu.

Aku mencoba menikmati alunan piano yang kumainkan bersama Ahra tapi sulit, pikiranku justru tertuju pada Heejung yang sedang asik memainkan recordernya.

Heejung terlihat baik baik saja. Mungkin tak apa-apa kalau aku meninggalkannya.

 

*_*_*_*

 

“Heejung-ah!.” Panggilku, dia menatapku sebal lalu meninggalkanku. Entahlah aku tidak mengerti apa yang terjadi dengannya.

Aku mengikutinya kemanapun sampai sampai dia menamparku.

Hhh….ada apa denganmu Heejung-ah.

Aku tidak akan menyerah aku tidak akan menyerah.

Aku mengikuti dia yang pulang kerumahnya, ke jalan yang sejujurnya aku tidak tahu tempatnya. Aku hanya ingin memastikan dia sampai dirumah, apapun yang terjadi.

Heejung, sekalipun kau tak mau menatappku sepanjang jalan. Aku tau kau memerhatikan ku. Aku…mencintaimu.

 

*_*_*_*

 

Ini seminggu sebelum aku dikirim ke Seoul, aku memasuki kelas dengan luka memar yang di buat peman jalanan saat aku kembali dari mengantarkan Heejung. Aku menaruh sebuah bekal yang kusiapkan untuknya. Kutulis sebuah note kecil didepan nya.

 

Karenamu wajahku jadi jelek

Kau harus membayarnya dengan memaafkanku

Atau kau akan menyesal selamanya, haha.

 

Aku melihatnya datang, wajahnya lucu sekali terlihat heran dan khawatir melihatku, aku diam dan tersenyum.

Pelajaran Park Seongsaenim dimulai.

Aku masih tidak bisa lepas dari wajahnya, sesekali dia juga melihat kearahku.

“Heejung, Yunho! Kalian kerjakan soal di depan.” Ucapan Park Seongsaenim tak membuat kami takut. Kami bahkan tersenyum kecil mendengarnya.

Aku dan Heejung maju mengerjakannya.

“Heejung-ah. Mianhe.” Heejung mengangguk lalu kami menyelesaikannya bersama.

 

*_*_*

 

“Heejung-ah!.” Panggilku, dia masih saja meneruskan jalannya bahkan dengan buku buku berat ditangan mungilnya itu. Dengan cepat aku menyusulnya. Tidak susah apalagi kaki Heejung dan aku jauh berbeda.

Aku dengan sigap merebut buku berat itu, tentu tak akan membiarkan dirinya yang mungil keberatan.

“Masih marah hm?.” Dia menggeleng sambil memajukan bibirnya lucu.

“Lagipula aku herana. Apa alasan kau marah padaku?.” Dia melotot tak terima.

“Ahra! Kau bersama nya diruang musik.” Spontan dia menutup mulutnya. Aku terkekeh melihatnya.

“Kau cemburu? Mukamu merah, cantik ahaha.”

Heejung, kenapa ya setiap melihatmu hatiku merasakan ini.

Aku hanya bisa berharap kita bisa terus begini.

“Yunho-ya?.”

“Nde?.”

“Kau pernah tidak memikirkanku?.”

Heejung-ah, seharusnya kau tahu kalau setiap saat aku selalu memikirkanmu.

“Tentu.”

 

*_*_*_*

 

Ini hari terakhirku.

Kepala sekolah memanggilku dan mengucapkan selamat tinggal. Dia akan sangar merindukanku katanya. Ya kami memang dekat karena dia salah satu sahabat ayahku, aku sudah menganggapnya sbagai pamanku.

“Yunho-ya. Belajarlah dengan baik dan sesekali tengoklah Gwangju, bagaimanapun disini banyak kenangan tentangmu.”

“Tentu saja paman.”

“Kalau begitu cepatlah kedepan nanti paman menyusulmu ada yang tertinggal di laci, didepan gerbang ayahmu sudah bersiap menjemputmu.” Aku mengangguk. Kulangkahkan kaki ku yang terasa lemah meninggalkan tempat ini.

Tanpa kuduga didepan terlihat Heejung yang mematung tanpa sepatah katapun. Sebentar aku memandangnya, lalu kembali meneruskan langkahku.

Pikiranku masih terus memutar ekspresi wajah Heejung. Tak ada yang lain.

Kulihat kedepan appa sudah ada disamping mobilnya siap menjemputku. Aku menunduk, sebentar aku ingin sebentar lagi.

“Yunho-ya!.” Panggil suara itu, suara manis milik Heejung.

Dia menarik tanganku lembut dan menaruh sebuah recorder ditanganku lalu pergi tanpa epatah katapun. Aku hanya bisa menatap kepergiannya.

Heejung, mungkin ini caraku membahagiakanmu. Suatu saat nanti aku akan kembali, menjemputmu dan membawamu kesisiku.

 

END

Vampire (fanfiction)

Title                       : VAMPIRE

Author                  : Felicia Lee (Fee)

Languages           : Bahasa Indonesia,Korean

Genre                   : Fantasy, Romance 

Length                  : Oneshot

Casts                     : Eun Soo,Kwangmin,Minwoo

 

A/N        :  oke, sebenernya nih cerita gue buat karna stress dengan nilai TO, jadi maklumin aja kalo alur ngaco, banyak typo, dan ceritanya gaje.

Langsung aja deh check it out !

 

Disclaimer          : All characters in my fanfiction are belongs to God and themselves, I’m only own the story line. It’s purely based on my own Ideas without any intervention from author of books nor movies. So I ask sorry if there’s any similarity with a real life.

©FeliciaLee2012. All Rights Reserved. Distribution with any kind are prohibited without the written consent.

 

 

– VAMPIRE –

 

 

Aku menatapnya dalam, matanya yang berkilat merah mulai berubah normal, deruan nafasnya sudah tidak seperti tadi, kini mulai tenang. Aku memeluknya, dia menaruh kepalanya disekitar leherku, menjilat leherku, membuatku sedikit bergidik.

“mianhe, lagi-lagi aku tidak bisa menahanya didepanmu.” ucapnya pelan, berbisik ditelingaku.

“gwaenchana, aku mengerti.” kuelus pelan punggungnya.

Dia namjachinguku, seorang vampire. Kebiasaan meminum darah itu juga melekat padanya, tadi itu dia mencoba menghisap darahku, tetapi seperti biasa saat kami bertatapan dia mulai tenang dan bisa terkendali. Kejadian ini sudah sering kualami, semenjak 3 tahun lalu, saat aku bertemu dengannya diperpustakaan.

 

#flashback#

 

aku baru saja ingin keluar perpustakaan tapi seseorang menahanku, heran? Tentu saja.

 

Disini tidak ada siapapun kecuali aku, penjaga perpustakaan menghilang entah kemana, ini jam pelajaran tidak mungkin ada siswa yg datang kesini selain aku yg disuruh Kim seongsaenim, dan lagipula aku belum pernah melihat namja ini sebelumnya, tinggi, kulitnya pucat dan matanya menatapku kosong.

“mianhe, nuguseyo?.” ucapku memberanikan diri bertanya padanya. Tiba-tiba dimatanya ada kilatan merah, aku tersentak kaget dan mulai menjauh. Bodohnya aku, malah berlari ke pojok ruang perpustakaan. Dia semakin mendekat, sampai aku terpojok.

“YAA!! Apa yg akan kau lakukan?.” pekikku, kini matanya merah sungguh itu membuatku sangat amat takut.

“diamlah.” ucapnya dingin, dengan suara beratnya.

“tolong, jangan sakiti aku.” aku menunduk, saat mencoba kembali menatapnya dia mengeluarkan taringnya. Aku menatapnya dalam-dalam, entah keberanian dari mana akupun tak mengerti, tapi itu yang disuruh oleh otak dan hatiku. Dia memegang kedua bahuku, menekannya sampai membuatku kesakitan.

 

“akhh!!.” erangku, dia benar-benar membuat bahuku sakit akibat cengkramannya itu, tapi aku masih menatapnya dalam, dalam seakan aku mengerti dia bukan orang jahat, seakan mengerti kalau dia menahan penderitaannya. Lalu beberapa menit kami berdiam matanya tidak merah, dan cengkramannya dibahuku melemas. Dia lemas dan memelukku menaruh mulutnya ditengkukku, taringnya sedikit menggores leherku tapi kemudian aku tidak merasakan taring itu lagi, terganti dengan lidahnya, kurasa.

“mianhe, mianheyo.” ucapnya pelan, masih memeluk tubuhku. Aku? Aku hanya diam tidak berani menjawabnya.

“kau hebat sekali.” kata-katanya membuatku bingung, aku hebat tentang apa?.

“mungkin kau manusia yang ditakdirkan memiliki pasangan seorang vampire, seperti ibuku.” aku melotot mendengar ucapan namja ini.

 

“MWO?!.” itu reaksiku selanjutnya. “shirreo! Aku mau punya pasangan manusia juga, bukan vampire.” elakku, tuhan mana mungkin aku ditakdirkan bersama vampire? Sial sekali aku.

“aku kan hanya bilang mungkin.” ucapnya enteng, astaga tapi bagaimana kalau benar?.

“yak! Sekarang jelaskan kenapa kau tadi mau memakanku, aku ini bertekanan darah rendah. vampire babo!.” ejekku padanya dia menatapku tajam, akhirnya aku diam dan menunduk, Bagaimana kalau tiba-tiba dia menerkamku lagi?.

“kau yang babo! Memangnya ada hubungan apa dengan tekanan darah!.” hah! Benar juga apa katanya.

#flashback-end#

kulepas pelukanku saat dia kembali normal, tidak lemas seperti tadi.

“sudah baikan?.” tanyaku lembut.

“eum.” gumamnya mengangguk.

“kkaja, kerumahmu sekarang.” ajakku, lalu dia menggandengku naik kemotornya.

“eommonim, apa dulu appa kwangmin juga seperti itu?.” tanyaku pada eomma kwangmin, sekarang kami ada di dapur menyiapkan darah hewan untuk namja itu.

“tentu saja, bukankah sudah kuceritakan semuanya padamu, yeoja manis. heum?.” eomma kwangmin tersenyum kearahku, kami memang dekat, tentu saja sejak aku bertemu dengan anaknya.

“maksudku tanggal mereka tidak bisa menahan diri ingin meminum darah.” jelasku lagi, eomma menuangkan teh hijau untukku, sedangkan aku masih sibuk menaruh darah hewan di teko kecil untuk kwangmin.

 

“tentu saja berbeda, itu sesuai tanggal lahir pasangan mereka kelak.” sekarang hari ke 15 bulan ini, aku juga lahir tanggal 15. Apa benar pada akhirnya aku dan kwangmin….

“kau tau saat kwangmin menemukan dirimu aku dan appa kwangmin senang sekali, setidaknya kau adalah satu-satunya orang yang bisa menjaganya selain kami.” jelas eomma kwangmin.

“eum, eommonim. adakah yeoja lain sepertiku didunia ini? Maksudku, selain eommonim dan aku.” eomma kwangmin berpikir sejenak, lalu matanya menatapku.

“ada, bahkan banyak.” aku sedikit kecewa, bagaimana kalau kwangmin beralih pada yeoja selain aku?.

“kalian akan membuktikannya nanti saat umur kwangmin genap 17 tahun, saat itu kwangmin akan sangat-sangat bernafsu menggigit leher jodohnya, lalu saat itu kau akan berubah. Umurmu dan dia akan sama, kalian sebaya.” jelas eomma kwangmin. Masih beberapa bulan lagi, sedikit lagi.

 

“apa kwangmin akan menggigit leher yeoja itu? Atau yeoja itu berhasil membuat kwangmin tenang?.” tanyaku, rasanya belum cukup puas dengan penjelasan itu.

“kalau kwangmin menggigitnya kalian akan sebaya, kalau dia tidak menggigitnya hanya menggores sampai sedikit berdahar kalian tetap berjodoh tapi tidak akan sebaya, kalau di tidak menggores sedikitpun kwangmin akan mati.” aku kaget? Bagaimanapun dia aku tetap mencintainya, aku harus rela dia menggigit leherku.

“kalau kwangmin benar-benar memilihku, aku akan pasrah dengan gigitannya.” ucapku, eomma mendadak menggeleng.

“kau tidak bisa seperti itu, seperti biasa, saat kau menatapnya itu bukan kehendakmu melainkan itu dorongan hati dan otakmu.” aku bingung, lalu bagaimana kalau kwangmin tidak menggigitku? Kalau dia mati?.

“tidak apa, percayalah kalau jodoh itu sudah diatur.” ucap eomma kwangmin menguatkanku, seharusnya aku bisa seperti dia.

Kami menghampiri kwangmin yang sedang duduk bersandar dikursi taman belakang rumah ini.

hari ini aku datang kerumahnya, menyiapkan perlengkapan sekolahnya bersama eomma kwangmin tentunya, itu sudah kumulai 2 minggu belakangan ini, aku rajin kan?.

 

Setelah semuanya siap aku berjalan ke pinggir ranjangnya, dia belum bangun juga, pemalas.

Aku tersenyum melihat namja-ku tertidur, manis sekali. Matanya tertutup rapat dengan bulu matanya yang indah itu, bibirnya yang merah itu menutup, pipinya yang mulus tanpa goresan itu lembut sekali, dan rambut itu aku membetulkan poninya, lembut sekali saat aku menyentuhnya. Menatapnya seperti ini aku jadi takut kehilangan sosok itu. Tiba-tiba tangannya melingkari pergelangan tanganku, aku kaget lalu memukul lengannya.

“ishh kau ini, aku kaget tau!.” sentakku, dia malah tertawa.

“kau manis sekali.” ucapannya itu, kurasa mukaku sudah seperti apel merah sekarang.

“cantik.” gumamnya pelan lalu beranjak ke kamar mandi. Aku keluar dari kamarnya dan menunggunya dimeja makan bersama eomma kwangmin.

kwangmin mengecup pipiku lalu berjalan ke kelasnya, aku dan dia berbeda 2 tahun. Aku dikelas 10 sedangkan dirinya di kelas 12 saat ini.

“ekhm..” suara deheman itu membuatku menoleh.

 

“No Min Woo-sshi?.” ucapku sedikit heran, kenapa dia berdehem seperti itu?.

“sunbae itu…..” dia menggantung kata-katanya. “namjachingumu?.” tanyanya, aku diam. Kenapa tiba-tiba dia bertanya seperti ini? Ada urusan apa dengannya?.

“iya, waegurae?.” jawab sekaligus tanyaku.

“gwaenchana, kurasa kau sebaiknya berhati-hati…” lagi-lagi dia menggantung kata-katanya. “dengan darahmu.” ucapnya meninggalkanku.

Dia No Min Woo kelas akselerasi, ketua osis dan siswa populer—sepopuler kwangmin.

belakangan ini hubunganku dengan kwangmin sedikit merenggang, bahkan saat aku datangi rumahnya dia beralasan sibuk dengan tugas rumah, dan mengunci diri di kamar.

“eommonim…” aku memeluk eomma kwangmin mencoba memberitahukan perasaanku.

“sabarlah chagi, kwangmin mungkin ada masalah, nanti eommonim coba tanyakan padanya.” eomma kwangmin mengelus lembut rambut yang kuurai.

“gomawo.” ucapku.

Kwangmin POV’s

 

aku cemburu, lagi-lagi melihatnya bersama No Min Woo hanya berdua.

 

Apa dia tak mau punya namjachingu seperti aku? Karna aku seorang Vampire, hah! Aku benci mengakuinya kalau aku seorang vampire.

“Nanti sore jangan pulang dulu, aku ingin kau membantuku diruang Osis, ada sesuatu yang perlu kau kerjakan sebagai wakil sekertaris, arra?.” setidaknya itu yang kudengar dari mulut ketua Osis itu, sedangkan Yeoja-ku? Dia mengangguk dan menurut saja. Eun Soo-ah bisakah kau menjauhinya? Aku tidak suka kau bersama namja itu.

 

End Of POV

aku berjalan dilorong sekolah ini, sudah sepi. Tentu saja yang lain sudah pulang, aku masih disini juga karna Min Woo yang menyuruhku. Tiba-tiba aku merasa ada seseorang mencengkram tanganku kuat, kurasa tanganku lecet. Saat kutengok Kwangmin muncul didepanku, matanya mulai berkilat merah.

“kwang…” ucapku tak melanjutkan kata-kataku. Dia diam, tidak bersuara. Aku dipojokannya didinding. Menatap matanya dalam, mencoba melepaskan cengkramannya dan menggenggam tangan namja-ku itu. Matanya kini memerah, taringnya keluar, semakin erat juga genggaman kami. Rasa sakit yang ia rasakan kini menjalar padaku, rasanya lebih menyakitkan dari biasanya. Dan aku juga menyadari kalau waktu dia menenangkan diri jauh lebih lama. Matanya meneteska setitik butiran bening air mata, mata itu masih merah tidak pernah ini terjadi sebelumnya.

“hentikan, kau makhluk menjijikan!.” teriak seseorang, aku yakin itu Min Woo. Kwangmin beralih menatapnya, mereka saling menatap lama. Sampai saat Min Woo mulai menyerang Kwangmin.

“kajima! Hentikan! Apa yang kau lakukan padanya minwoo-sshi?.” aku mencoba menengahi mereka tapi tidak mampu.

“ayahku seorang hunter, dan aku harus melakukan ini sebagai penerusnya.” ucapnya yakin masih meladeni Kwangmin. Mereka bertengkar sengit, tiba-tiba saling mengeluarkan sebuah pisau. Kwangmin mengeluarkan pisau dengan ukiran diujungnya berbentuk bulan sabit sedangkan Minwoo mengeluarkan pisau dengan ukiran bintang. Aku shock melihatnya, baru kali ini melihat kwangmin berkelahi. Kwangmin terlihat menguras segala kekuatan yang dimiliki, ini saatnya aku harus menengahi mereka, kutarik kwangmin kedinding lorong ini, memeluknya erat, menggenggam tangannya, menaruh kepalaku didekapan dadanya. Dia berusaha melepaskan diri, tapi tidak melukaiku. Sedangkan minwoo, terakhir kulihat dia berdiri mematung dibelakangku dengan jarak 5 meter.

Aku melepaskan pelukan kami—-tanpa melepas genggaman tangan kami. Menatapnya dalam, dalam seakan mengatur dirinya untuk tenang, perlahan-laha matanya yang merah berubah, taringnya memendek dan akhirnya menghilang, dia lemas, tidak kuat menahan beban badannya dia bersandar padaku, aku yang hampir jatuh ditahan minwoo dengan lengannya itu. Kwangmin menjilat tengkukku—-seperti biasa membuat luka yang sempat dibuatnya tadi basah.

“Cih!! Menjijikan!.” ucap minwoo aku sedikit menoleh.

“tolong jangan berkata seperti itu minwoo-sshi!.” bentakku padanya, kwangmin hanya diam, aku bisa meresakan badannya masih lemas.

 

“kau sudah tau dia Vampire dan tidak menjauhinya? Tidak takut dengannya?.” tanya minwoo sambil menunjuk kwangmin yang lemas.

“aku sudah mengetahuinya sejak 3 tahun lalu! Dan aku mencintainya, tidak akan meninggalkannya! Puas?.” aku senang bisa bicara seperti itu, semuanya akan jelas kalau seperti ini.

“kkaja kwang-ah kita kerumahmu.” ajakku padanya, dia sudah tidak selemas tadi.

“bangsa vampire selalu merebut cinta hunter, licik!.” aku masih bisa mendengar minwoo berkata saat kami menjauh.

“jebal, jangan tinggalkan aku.” kwangmin menggenggam tanganku erat, aku hanya tersenyum dan mengangguk. Dia memelukku erat, kami terdiam sejenak. Tiba-tiba eomma kwangmin memasuki kamar, kami melepas pelukan kami.

“appa min woo itu mantan namjachingu eomma.” kata-kata eomma kwangmin memecah keheningan, aku baru bisa memprosesnya, mungkin karna kaget.

“maka dari itu dia mengatakan kalau bangsa vampire selalu merebut cinta hunter.” lanjut eomma kwangmin lagi.

“dan satu lagi kemungkinannya, dia mencintaimu eun soo-ah.” aku terbelalak, lalu menoleh ke kwangmin yang mengeratkan

 

Genggaman tangannya.

“kuatkan cinta kalian, akan ada banyak cobaan sebelum kalian dipastikan berjodoh.” eomma kwangmin menepuk bahu kami bergantian, lalu keluar dari kamar ini. Aku menatap kwangmin dalam, begitu juga sebaliknya.

“pasti bisa! Hwaiting!!.” ucapku mencoba membuat kwangmin tersenyum, dan akhirnya dia tersenyum.

lagi-lagi aku melihat mereka bertengkar, memang saat ini kwangmin terlihat lebih kuat karna hari ini bukan tanggal 15 tapi aku tetap khawatir dengannya.

“minwoo-sshi!.” panggilku dia menoleh dan saat itu kwangmin melukai lengannya. Aku terkejut, sungguh tidak bermaksud mengalihkan perhatiannya.

“akhh!!.” dia meringis kesakitan, menjatuhkan pisaunya. Aku menghampirinya menutup lukanya dengan syal yang kupakai mencoba menghentikan darahnya yang mengalir itu. Aku menuntunnya duduk kekursi yang kebetulan ada didekat kami, sekilas aku melihat namjachinguku, dia menatapku nanar. Maafkan aku kwang, tapi aku merasa bersalah pada minwoo, aku janji akan menemanimu nanti.

 

Aku menatapnya memohon, namun dia pergi meninggalkan aku dan minwoo.

“aku mencintaimu~” ucap minwoo tiba-tiba, dia menatapku tapi kemudian matanya tidak bisa bertahan lama menatapku, kilatan hijau dimatanya mengelak menatapku, berganti dengan tangannya yang menggenggam tanganku erat. Aku tidak segera menjawab, tepatnya tidak ingin menjawab pernyataan itu.

aku memasuki kamar kwangmin, aromanya benar-benar sama dengan kwangmin.

Kulihat dia bersandar disandaran ranjang, sambil terlelap. Aku mendekat kearahnya, membenarkan letak tidurnya. Lalu duduk di samping ranjang itu yang beralas karpet bulu dan meletakan kepalaku pada lengannya—yang ada diatas ranjang.

“aku berjanji tidak akan meninggalkanmu, walau kau meninggalkanku.” gumamku lalu menutup mataku, mencoba terlelap disampingnya.

aku berjalan melewati lorong-lorong menuju ke ruang kelas ku, hari ini berbeda, aku tidak bersama kwangmin.

“kajima!.” teriak seseorang, aku berhenti namun belum menoleh.

“kau belum menjawabnya.” itu pasti minwoo.

 

“untuk apa aku menjawabnya, kau sudah tau kalau aku yeojachingu seseorang bukan?.” terdengar langkah kaki mendekat kearahku.

“tapi……” dia menghentikan kata-katanya.

“dia vampire, dia juga bisa mengubahmu menjadi vampire.” lanjutnya setelah lama hening diantara kami.

“aku tau itu, tapi aku mencintainya, tulus mencintainya~.” tegasku, lalu meninggalkannya sendiri. Aku melanjutkan jalanku menuju ruang kelas sampai tepat disamping tikungan lorong tadi aku melihat kwangmin menatapku sendu.

“gomawoyo, eun soo-ah.” tiba-tiba aku sudah ada dipelukannya, aku tersenyum sekarang semuanya jelas, dan kuharap kami bisa segera memastikan kalau kami berjodoh, atau tidak.

hari ini kwangmin genap 17 tahun, aku berjalan cepat kearah perpustakaan. Mencari Kwangmin yang sejak pagi tadi sudah menghilang, sekarang aku tidak tau keberadaannya, aku mencoba mencari diberbagai tempat di sekolah ini. Aku memasuki perpustakaan dan tersenyum kearah penjaga perpustakaan, lalu masuk menelusuri deretan buku-buku yang tersusun rapi di rak-nya masing-masing. Dia tidak ada disana, aku sama sekali tidak menemukannya. Aku mendesah putus asa, kemana aku harus mencarinya. Padahal tadi kata eommonim, kwangmin masuk sekolah, tapi dia tidak ada dimanapun. Aku berjalan ke arah balkon samping perpustakaan, menatap langit. Angin yang lewat menerpa wajahku tenang, mengibarkan rambut yang kuurai. Hari ini, hari ini semuanya akan jelas, aku harus bisa menerima semuanya. Walaupun nanti kami tidak bisa bersama aku tidak akan meninggalkannya. Tiba-tiba aku melihat kwangmin terduduk di halaman belakang sekolah, dia memegang pisau dengan sedikit darah menempel, lalu aku mengalihkan pandanganku, minwoo juga ada disana lengannya terluka. Sepertinya mereka bertengkar. Tidak lama mereka bangkit dan meneruskan perang mereka, aku harus bagaimana? Aku bingung. Aku berlari melewati lorong dan anak tangga, menuju halaman belakang sekolah. Aku berdiri mematung melihat mereka masih saja bertengkar.

Kulihat mereka sama-sama kehilangan kekuatan, tapi masih memaksakan diri. Kaki minwoo bahkan sudah meneteskan banyak darah, sedangkan kwangmin lengannya sudah penuh darah. Kwangmin mencoba melukai bagian leher minwoo tapi belum berhasil. Giliran minwoo yang melukai kwangmin, dan berhasil, lengan kwangmin lagi-lagi terluka. Mereka sudah lemas, terduduk direrumputan halaman itu. Aku menghampiri kwangmin, menuntunnya berdiri dan memeluknya erat untuk beberapa saat. Tiba-tiba aku merasa seperti tersengat listrik, kami melepaskan pelukan kami. Aku menatap wajahnya yang terciprat darah. Matanya berkilat, taringnya sudah muncul. Kami saling menatap dalam, mencoba bertukar pikiran dalam tatapan mata. Aku bisa merasakan dia semakin lemas, tapi kami belum selesai bertatap aku ingin sekali menghentikan tatapan ini dan membiarkan dia menggigitku, tapi entahlah semuanya tidak bisa kulakukan. Mataku tergerak untuk menatapnya. Dia semakin lemas, tapi matanya masih berkilat merah dan taringnya belum hilang.

 

Apa artinya ini? Apa kami tidak berjodoh? Bagaimana kalau dia tidak menggigitku? Bagaimana kalau dia meninggalkanku?.

Tatapanku mulai memudar, dia menutup matanya pelan kini kepalanya jatuh bersandar di bahuku. Mungkin….. Kami memang tidak berjodoh.

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|

“akhhhh!!!” aku mengerang kesatikat bisa kurasakan tengkukku terluka, dan semuanya terlihat gelap.

 

~The End~ImageImageImage

I’ll Be Back (Fanfiction)

“Aku menyesal meninggalkanmu, tapi aku bahagia melihatmu bersamanya, karna dia bukan pengecut sepertiku.”-kwangmin

Han Sang Mi aku mencintaimu, begitu mencintaimu sayanganya kau bukan untukku, kau untuknya, untuk separuh dari diriku.

‘Flashback on’
“aku mencintai kwangmin, bukan kau youngmin-ahh, mianhe.” kulihat dia menatap kearahku, saat ini kami menatap satu wajah, wajah yeoja bernama Sang Mi, yeoja yg begitu kami cintai, tp kami tidak bisa memilikinya bersama.
“Tapi aku tidak mencintaimu, Sang Mi-ahh.” selesai kalimat itu diucapkan, aku menghilang dari sana.

“aku mencintainya, aku yg akan menjaganya.” dia menatap keluar jendela, diruangan ini kami hanya berdua, aku menghadap kemeja didepan ku, sedangkan dia menyender di dinding samping jendela, sambil menatap keluar.
“terserah kau, aku akan menjauh dari kalian.” jawabku dengan susah payah, rasanya aku lebih baik mati dari pada jauh dari orang yg kucintai dan setengah dari diriku.
“kau.. Kau benar-benar brengsek! Arggghh!.” dia sempat ingin memukulku, tp dia melepaskannya dan pergi. Aku ingin kalian bahagia, aku akan lebih baik seperti ini ketimbang kau yg menderita, kembaranku.
‘Flashback end’

Sang mi’s POV

kutatap wajah namja difoto yg kupegang.
“aku akan menikah dengan kembaranmu, dengan separuh dari dirimu.” tatapan mereka tidak berbeda jauh, mereka sama-sama menatapku dengan kasih, tapi aku yg membedakan mereka, aku mencintai salah satu namja difoto ini, cintaku ditolak olehnya, oleh orang yg kucintai dan mencintaiku.
‘Flashback on’
“hei hyung, kau mencintai Sang Mi ya?.” tanya namja itu polos, seragam sekolah menengah pertama masih melekat di tubuhnya.
“Iya, kau juga kan?.” tanya lawan bicaranya.
“iya, tp buatmu sajalah, aku mengalah.” katanya pasrah.
“tidak mau, kalau begitu namanya tidak adil buatmu, ayo kita bersaing sehat.” elak namja yg lebih tua.
“baiklah.” kata si kecil akhirnya.
“mereka membicarakan ku.” gumam seorang anak perempuan kecil dibalik dinding.
‘Flashback end’

“Kwangmin kembali ke seoul, kau tidak menjemputnya ke airport sang mi-ahh.” eomma menatapku sambil menempatkan dirinya duduk di sofa didepanku.
“ani, youngmin yang akan menjemputnya eomma.” youngmin dan kwangmin akan bertemu, aku tidak akan sanggup melihatnya.
“baiklah, padahal eomma pikir kalau kalian menjelaskan hubungan kalian sekarang, pasti kwangmin akan ikut senang.” eomma, kurasa eomma benar, mungkin sekarang dia melupakan ku, dulu saat dia bilang mencintaiku dia dengan gampangnya melepasku, apalagi saat ini kami putus komunikasi.
Sang mi’s POV end

Youngmin’s POV
kutatap namja yg mendekat kearahku, ya dia adikku, setengah dari diriku yg menghilang selama 3 tahun dari sisiku.
“kau menjemputku hyung?.” matanya tidak seperti dulu, keceriaan hilang terganti dengan sendu mendalam.
“kau tidak menginginkannya?.” kualihkan pandanganku, aku tidak tahan menatapnya lama-lama, tidak tahan menatap seorang pengecut, pengecut karna ingin membuat kembarannya bahagia.
“Sang Mi, dimana dia?.” kutarik lengannya, menuju Maserati ku.

“Lepaskan aku hyung!.” dia menepis kuat tanganku.
“Kau! kau menanyakannya? Kau itu curang! Kau itu membuatku seperti pemulung! Mengambil sesuatu yg kau tolak!.” aku mengacungkan telunjukku menunjuk kearahnya, lebih tepatnya ke wajahnya.
“ikut aku, kita selesaikan ditempat lain.” entah apa yg akan dikatakan orang lain, melihat kami bertengkar seperti ini.
Youngmin’s POV end

“kau tidak pernah tau kan, setelah kau menolaknya dia menjadi gadis seperti apa, Kau tidak tau kan betapa sakit hatinya, kau tidak ada disisinya.” dia meneriakiku, kami ada disebuah lapangan golf, ya, lapangan milik keluarga Jo.
“Ya, aku memang tidak tau semua itu, aku tidak ada disisinya, seharusnya kau yg menjaganya! Kau kan mencintainya!.” maafkan aku hyung, maafkan aku berlaku seperti ini padamu.

Sang mi’s POV
kulihat youngmin mendekat, terlihat darah disudut bibirnya, dan beberapa lebam di wajahnya.
“youngmin-ahh kau kenapa? Ini karna dia? Kau bertengkar dengannya?.” kudekati dia, kutatap matanya, dia meringis menahan sakit di wajahnya saat kusentuh luka itu.
“mianhe, aku mengecewakanmu.” sedih sekali aku mendengarnya, sudah banyak sekali yg dia lakukan untukku, tp dia masih meminta maaf tanpa kesalahan apapun, tp aku juga tidak bisa menyalahkan kembarannya, mereka seperti ini karna aku.
Sang mi’s POV end

Dari dalam Porche Cayyene-ku, kulihat Youngmin dan Sang mi di halaman rumah Sang mi, terlihat sekali Sang mi khawatir dengan luka Youngmin.
Sang mi, kau tahu aku juga membutuhkanmu, membutuhkan sentuhanmu, rasanya aku ingin berlari memelukmu dan tak ingin melepasmu, tp apa dayaku, semua hanya keinginan yg tak akan bisa nyata. Kurasa kembalinya aku disini hanya pengganggu kalian, tp aku akan lebih menyesal tidak melihatmu disaat kau bersatu dengannya, dengan kembaranku.

Eomma tersenyum melihatku, ya disini dulu aku tinggal, rumah yg beberapa tahun lalu kutinggalkan, eomma memelukku.
“kau baik-baik saja sayang? Kenapa dengan wajahmu?.” eomma melepas pelukannya menatap kearahku, maafkan aku eomma aku tidak bisa mengatakannya.
“aww,,.” refleks aku berteriak kesakitan.
“Ah, nan gwaenchana, eomma.” elakku, aku tidak ingin eomma sedih mengetahui anak kembarnya bertengkar.

“kau akan menikah dengan hyung-ku? Chukkae, semoga kalian bahagia.” kau tau Sangmi betapa sakitnya aku mengatakan ini.
“Gomawo, benar yg eomma katakan kau pasti senang dengan berita ini.” kau mengatakan itu dengan senyummu, senyum yg kurindukan bertahun-tahun. Kau memelukku Sang mi, hangat, tp apa maksud pelukan ini?.
“biarkan sebentar, aku.. Aku ingin melupakanmu, mengembalikan cinta ini padamu, dan mencoba mencintai Youngmin.” sakit hatiku bertambah, sekarang kau menangis di dadaku, membuatku pada akhirnya menitikan air mata.
“lupakan aku, dan cintailah dia.” seraya mengatakan itu semua aku memelukmu semakin erat, ingin melepasmu tp tidak sanggup.
“saranghaeyo.” kata itu, kata perpisahan untuk kita darimu Sang Mi.
“Nado saranghae.”

Sang Mi’s POV
berat rasanya meninggalkanmu, tapi aku harus mengambil langkah ini, maafkan aku, aku mencintaimu.

aku terbangun, kulihat jam di dinding kamar ini, pukul 3 dini hari, sangat dingin, ditambah cuaca sekarang salju mulai datang mengganti musim gugur. Tp itu semua tidak mengurungkan niatku berjalan ke taman, untuk sekedar duduk atau membeli sesuatu di swalayan yg buka 24 jam.
Dingin dan masih sangat sepi. Aku ingat hari ini aku harus menikah dengan Youngmin. Semuanya sudah disiapkan, kecuali hatiku yg masih terisi kwangmin. Tapi bagaimanapun aku harus belajar mencintai Youngmin, orang yg nantinya menjadi suamiku.

Dia menungguku diujung sana, dengan Jas Putih, kulihat di kursi tamu seseorang yg mirip dengannya, mengenakan jas yg sama kembali aku fokus pada pendampingku, aku dituntun ayahku menuju namja itu, namja yg akan menemaniku, selamat tinggal Kwang, selamat datang Young.

~The End~

SEUNG RI’S BIRTHDAY (Fanfiction)

-SEUNG RI’S BIRTHDAY-

=

-12 Desember-

Hye Soo’s POV

terdengar nyaring lagu V.V.I.P,kuraih HandPhone milikku yang ada di meja kecil samping ranjangku,seorang lelaki masih tertidur di sampingku,jam menunjukkan pukul 04.30 pagi, segera aku bangun dari ranjangku menuju box bayi milik malaikat kecil kami, Hye sung.
“Sepertinya tidurmu nyenyak sayang.” Bisikku sambil membelai rambut tipisnya.
Aku berjalan kembali ke ranjang.
“Seung-ahh irreona, Palli! Kau akan kerja kan?.” Kutepuk-tepuk wajahnya pelan, hari ini adalah hari kelahirannya aku ingin berikan kejutan untuknya, tapi nanti setelah dia pulang kerja.
“Aku masih mengantuk Hye, biarkan aku tidur 5 menit lagi, Nde?.” Aku kasihan melihatnya semalam dia pulang malam sekali,Kegiatannya bersama BIGBANG mempersiapkan come back mereka membuatnya kurang tidur.
“Baiklah Seung, aku mandi dan menyiapkan keperluanmu tapi sebelum jam 5 kau sudah harus di meja makan, oke?.” dia mengangguk, aku tersenyum melihatnya, suamiku sangat polos saat tidur.
Aku menyiapkan pakaiannya, sepatunya, tas serta isinya, yang tentunya sudah kuhafal. Setelah semuanya beres aku mandi dan memasak, tentu yang kumasak bubur untuk aegi ku, kalau untuknya aku sudah siapkan roti sandwich.
“bagaimana rasanya?.” tanyaku pada nampyeonku.
“masshita, kau memang sangat hebat, padahal dulu aku tidak mau sarapan hanya dengan roti, selalu nasi dengan macam-macam tambahannya.” katanya panjang lebar, lucu sekali padahal dia belum menelan isi mulutnya.
“telan dulu makananya, ini aku sudah siapkan apel.” ucapku menaruh apel yang sudah kutaruh di piring didepannya, kuhampiri aegiku,oh salah aegi kami.
“kau harus makan sayang.” kataku padanya, seung ri tersenyum melihatku menggendong Hye sung.
“biar aku yang menyuapinya.” apa dia tidak tau,dia kan harus bekerja.
“tidak usah kau harus bekerja.” kataku tersenyum padanya.
“oh ya, Hye-ahh apa kau ingat ini hari apa?.” tanyanya padaku.
“tentu, Saengil Chukkae Hamnida nae nampyeon!.” kataku mengecup pipinya sekilas.
“gumawo, kupikir kau melupakannya.” dia itu terlalu bodoh atau apa, mana mungkin aku lupa hari kelahirannya.
“sudah selesai? ayo kuantar kedepan, nanti kau terlambat.” aku berdiri sambil menggendong Hye sung.
“sini aku yg membawanya sampai depan.” katanya mengambil Hye sung dari pelukanku.
“baiklah.” kulepas Hye sung, dan kuambil tas dari lengannya.
“jangan pulang larut malam, aku akan memasakkan mu sup rumput laut.” kataku memandangnya.
“hanya itu? Aku mau yang lain.” sekarang dia merajuk seperti anak kecil.
“tidak mau, kau saja tidak libur, sangat merepotkan kalau aku sendiri yang menyiapkan.” aku berbohong, padahal aku berniat memberikan lebih, terlihat sekali dia kecewa.
“tapi ini kuberikan untukmu, khusus hari ini.” kataku akhirnya, aku tidak ingin membuatnya lesu saat bekerja.
Chu~
aku mengecup bibirnya sekilas, dia tertegun, ya karna baru kali ini aku yang memulai, biasanya dia yang melakukannya.
“sekarang berangkatlah, hati-hati dijalan,jangan mengebut.” kataku mengambil Hye sung dari pelukannya.
“Aku kan pulang cepat, masak yang enak ya.” dia tersenyum lalu masuk ke mobil Ferrari merahnya.
***

sekarang aku dan Hye sung ada di salah satu pusat perbelanjaan, menuju toko kue.
“Selamat datang Nona ada yang bisa kubantu?.” seorang wanita muda menghampiriku.
“aku mau beli Kue Tart untuk suamiku, adakah yang cocok untuknya?.” tanyaku padanya sambil mengedarkan pandangan ke kue-kue yang ada disini.
“dia seseorang yang bagaimana? Bukankah sebaiknya kau membuatnya sendiri? Bisa kau beli bahan-bahannya disini.” ya benar ucapan pelayan itu, aku akan membuatnya sendiri.
“baiklah, bisa kau berikan aku semua bahan yang diperlukan, dan tentu saja buku resepnya, gumawo.” kataku tersenyum.
***

dering lagu dari HandPhoneku membuatku berhenti membuat kue.
“yoboseyo?.” kataku aku mendekat ke sofa melihat malaikat kecil yang ada di roda itu tidur dengan nyaman.
“hye soo-ahh apa kau tidak ingin ikut merayakan ulang tahun suamimu? Disini kami sedang merayakannya.” suara Bom unnie terdengar lesu, ada apa ya?.
“ani, aku sedang sibuk mengurus rumah dan Hye Sung.” jawabku.
“ayolah kesini, itu bisa dikerjakan nanti, aku jengkel disini model-model itu mengganggu member BIGBANG termasuk Seung Hyun oppa.” haha ternyata dia cemburu dengan model.
“Iya begitu juga dengan Ji Yong, kau tau kan Ji Yong itu mudah digoda, aku takut dia berpaling Hye Soo-ahh.” rengek Dara unnie.
“kalian ini seharusnya kan kalian yang menjaga Seung Ri untuk Hye Soo, bagaimana sih, lihat saja Minzy dia baik-baik saja melihat Daesung bersama model itu.” terdengar CL unnie memarahi Dara dan Bom unnie.
“Yak, aku kan sedang marahan dengan Daesung Oppa, jangan diungkit-ungkit.” teriak Minzy unnie.
“Mianhe unnie aku tidak bisa, lain kali pasti aku kesana.” kataku, kudengar helaan nafas seseorang disana, tapi sepertinya bukan wanita,sepertinya seseorang yg kukenal seperti seung ri, ya sepertinya.
“baiklah, lain kali kau harus kesini, ingat ya.” kata Bom unnie. Klik.. Kututup sambungan itu.
Aku dulu juga sempat membuat mereka cemburu, tp aku cepat-cepat memilih seung ri,tentu saja aku tidak ingin mereka membenciku, sekarang Bom, Dara, dan CL unnie sudah menikah tapi mereka masih menunda untuk mempunyai anak dengan alasan karir tentunya, sedangkan Minzy masih masa tunangan. Dan tentunya pasangan mereka adalah yg tadi mereka bicarakan.
Kulanjutkan kegiatan menyiapkan pesta kecil untuk menyambut seung ri, meja makan sudah kutata dengan lilin yang belum dinyalakan, pita dan bunga-bunga sudah siap ditempatnya, aku sudah menyiapkan beberapa kado diantaranya Jam tangan pasangan yang waktu itu ingin ia belikan untuk kami tapi kubilang tidak usah.
“akhirnya selesai juga.” kutatap kue tart buatanku, memang tidak sebagus buatan toko terkenal tapi aku membuatnya dengan cinta.
***

dimana ya nae nampyeon, aku sudah menunggunya sejak tadi gundae belum ada tanda-tanda dia pulang, Hye Sung sudah kutaruh di Box bayinya sejak 2 jam lalu sekarang sudah lewat jam 10, mungkin sebentar lagi.
***

Seung Ri’s POV

seharian ini aku lesu sekali, mungkin karna dihari lahir ku ini anae-ku sendiri sama sekali tidak merayakannya, bahkan tidak bahagia kelihatannya, tapi seharusnya aku pengertian, bukankah dia juga kerepotan menjaga malaikat kecil kami.
“Hye-ahh aku pulang.” teriakku dari depan pintu,biasanya selarut apapun aku pulang dia membukakanku pintu, tp lumayan lama aku menunggu belum ada langkah kaki mendekat, kubuka saja pintunya dengan kunci cadangan yang selalu kubawa.
“gelap sekali, dimana Hye?.” bukankah dia tidak suka gelap? Kenapa semua lampu mati seperti ini?.
“Hye-ahh?.” panggilku sambil menyalakan lampu, banyak sekali bunga dan pita. Astaga dia.. Dia menyiapkan ini untukku?. Aku melanjutkan langkahku keruang tengah dan mendapatinya tertidur di sofa, kulihat meja makan, banyak sekali makanan dan ada Kue Tart warna coklat, disampingnya ada note kecil.

“Ini aku buat khusus untukmu, maaf kalau rasanya aneh, tapi kuharap kau dapat merasakan cintaku ya.”

Hye-ahh mianhe, aku sengaja pulang telat karna kupikir kau juga tak akan peduli, maaf membiarkanmu menungguku.
***

aku menggendongnya ke kamar, semua makanan sudah kutaruh dikulkas. Kulihat malaikat kecil kami, dia bangun ternyata.
“hai sayang, kau baik-baik saja?.” kubelai lembut wajahnya, kulihat dia tertawa, tawanya membuat semua rasa lelahku hilang, besok aku akan bilang pada TOP, GD, dan SOL hyung kalau punya aegi itu sangat menyenangkan.
“kalian akan senang besok, sekarang tidurlah ya,sayang.” katakku, aku kembali ranjang, kulihat tetesan air mata dipipi Anae-ku, kenapa dengannya? Apa dia sangat kecewa denganku sampai menangis dalam tidurnya?.
“mianhe, aku telah melakukannya.” ucapku menatap wajahnya yang sedang tidur, kurasa sebaiknya aku tidur di sofa malam ini.

Hye Soo’s POV

aku serasa dipelukan seseorang, nuguseyo?
Ditaruhnya aku diranjang, ahh ternyata seung ri, dia sudah pulang, aku mencoba tidur kembali karna aku sangat lelah.
“hai sayang, kau baik-baik saja?.” suara seung ri, dia menelpon siapa? Aku tidak bisa melihatnya karna lampu redup dan satu-satunya lampu yg menyala dikamar ini ada disampingku.
“kalian akan senang besok, sekarang tidurlah ya,sayang.” apa maksudnya? Apa dia menelpon model itu? Kuharap kau masih setia padaku seung, anae-mu yang membosankan ini.
Kurasa dia mendekat aku menutup mataku aku hendak menghapus air mata tapi takut akan membuatnya sadar aku terbangun.
“mianhe, aku telah melakukannya.” katanya lagi.
***
-13 desember-

Pagi ini aku bangun telat sepertinya,aku melihat seung ri tidur di sofa kamar kami, bahkan dia sudah tidak mau tidur seranjang denganku?.
Kuhampiri box Hye Sung. Dia baik-baik saja menggeliat seperti akan terbangun kubelai wajahnya kemudian dia kembali tertidur. Sekarang aku menuju tempat nampyeon-ku tidur,dia tidak memakai selimut, pasti kedinginan.
“babo! Kau pasti kedinginan.” kataku pelan agar dia tidak terbangun, aku memakaikannya selimut lalu beranjak, menuju toilet, tapi kurasakan sebuah tangan menangkap lenganku.
“sudah bangun?.” tanyaku tanpa menoleh, aku harus lupakan yang semalam kalau tidak pasti air mata ini keluar lagi.
“mianhe Hye-ahh, aku janji akan jujur dan menepati janji padamu.” katanya memelukku dari belakang.
“aku tak apa Seung, tenanglah aku tidak marah.” aku mencoba berbalik.
“kau sangat-sangat-sangat pengertian, sungguh aku benar-benar orang yg tidak bisa berterima kasih.” katanya, sebaiknya aku tanyakan yg semalam.
“Seung semalam kau bicara dengan siapa, aku seperti mendengar kau mengucapkan sesuatu.” kataku tanpa menatapnya.
“denganmu.” dia berbohong atau?.
“bukan sebelum itu, ketika kau menjauh dari ranjang.” kataku sedikit gugup.
“kau terbangun ya? Itu aku sedang bicara pada Hye Sung.” jawabannya membuatku kaget, tp dia kelihatannya sangat jujur.
“memangnya kau pikir aku bicara dengan siapa?.” tanyanya, aigo bagaimana ini? Mana mungkin kubilang aku curiga dia menelpon model itu?.
“ahh, aniyo, kukira kau menelpon.. Eum.. Mod..model itu.” sudahlah setidaknya aku jujur.
“hahaha, aku hanya mencintaimu Hye-ahh, kau ternyata bisa cemburu juga ya? Tp aku senang itu tandanya kau perhatian padaku, hehe.” dia kembali memelukku, sambil terkekeh.
“aishh sudahlah, jangan mentertawaiku begitu.” kau bisa bayangkan, cemburu dengan darah dagingku sendiri? Oh sangat gila.
“oh ya, kue nya belum kucoba, tp sudah kutaruh di kulkas ayo kita makan sekarang!.” dia mencoba menarikku tp kuhentikan.
“kau melupakan malaikat kecil kita?.” dia tersenyum.
“tentu saja tidak, ayo bawa dia bersama kita.” kami mendekat ke box bayi, membelai lembut wajah Hye Sung, dan membangunkannya, dia menggendong dan menggoda Hye Sung dengan tingkah konyolnya.
“Jangan pernah berbohong padaku lagi, Nde?.” tanyanya menyuapiku kue buatanku.
“Nde, Nae Allabyong.” ucapku, tersenyum, bersama nampyeon dan aegi ku tercinta.
***

“Kami adalah keluarga, keluarga kecil yang bahagia.”

#THE-END#

HARUMAN (Fan Fiction)

Hanya satu hari, dimana aku kembali mengenalnya, bertemu untuk kesekian kalinya melihat lagi wajahnya TAMPAN, alis matanya yg tebal, hidung turus mancung, mata nya yg sipit, dengan bibir tipis yg pucat, tidak ada keramahan,tidak ada senyum terukir dari bibir tipisnya.
“kenapa kau yang ada disini, bukankah ini ruangan Dr.Park?.” tanyanya padaku dengan nada yg sedikit membuatku risih, dia sama sekali tidak ramah, seperti biasa.
“Dr.Park itu appaku, aku disini menunggu appaku, kau ada perlu apa?.” tanyaku hati-hati, ,mengingat nada bicaranya barusan.
“aku ingin periksa kondisiku dan meminta beberapa resep obat yg beberapa hari lalu ayahmu janjikan.” jawabnya dengan tenang, sedikit membuatku merasa lega.
“ehmm.. Boleh aku coba memeriksamu?.” tanyaku yakin.
“memangnya kau bisa?.” wajahnya saat bertanya kelihatan sangat meragukanku.
“aku hanya memeriksamu, tidak akan membahayakanmu.” jawabku
“baiklah.” katanya masih meragukan

***
Aku benar-benar tidak percaya ini, setelah aku mengeceknya dan melihat beberapa berkas tentangnya penyakitnya aku tahu penyakitnya benar-benar parah, entahlah mungkin ayah telah memvonisnya meninggal beberapa bulan atau mungkin beberapa minggu lagi.
“kenapa? Kau terkejut akan penyakitku?.” tanyanya membuyarkan lamunanku, apa dia tau apa yg kupikirkan?.
“ahh… Maaf tp apa ayahku sudah bertindak jauh? Mungkin sudah memvonismu.” Tanyaku sedikit pelan dari nada bicaraku tadi.
“memvonisku? Tentu saja ayahmu sudah memberitahuku, kau heran, kau kenal aku hampir setengah dari umurmu bukan? Apa kau mau bertanya kenapa aku masih mau memeriksakan penyakitku ini?.” dia berkata panjang lebar, baru kali ini aku mendengarnya bicara sebanyak ini.
“eh? Kibum..” ucapku gugup sekaligus tak percaya, dulu dia benar-benar tertutup padaku tapi sekarang dia mau bercerita panjang lebar seperti ini.
“aku ingin wanita itu tau, aku berjuang hidup agar dia menyadari keberadaanku lebih lama, aku ingin dia tau aku mencintainya, dan aku ingin dia tersenyum padaku.” katanya, aku melihat, melihat ada harapan dimata sipitnya itu. “ahh begitu? Pasti wanita itu sangat beruntung ya.” ucapku, ya beruntungnya wanita yg dicintai Kibum, dari dulu aku sangat berharap jadi wanita itu.
“kau salah dia pasti tidak bahagia, dia pasti kecewa kenapa aku yang mencintainya, aku hanya seorang pria yang penyakitan, kuharap juga wanita itu tidak mencintaiku agar dia bisa hidup bahagia dengan pria sehat.” ucapnya matanya sendu, kesedihan sangat jelas tergambar.
“Kibum-ah , aku mengenalmu kau bukan pria seperti itu, kau jenius, kau hebat dalam segala bidang, kau disukai semua orang, aku tau itu, bukankah td kau bilang aku mengenalmu hampir setengah umurku saat ini?.” ucapku menyemangatinya, entah keberanian dari mana aku mampu menyemangatinya.
“ya, kau mengenalku.” ucapnya pelan.
Beberapa saat kami hanya bertatap, tak jarang aku salah tingkah didepannya, tiba-tiba di terjatuh sambil memegangi dadanya, astaga apa karna penyakitnya?.
“Kibum-ah gwaenchanayo?.” tanyaku panik.
“ahh.. Gwaen..chana.” jawabnya susah payah, aku tau di bohong.

Aku ingin keluar tp dia menahanku.
“nan gwaenchanayo.” ucapnya sambil berusaha bangkit.
“aku akan bilang pada perawat agar menyiapkan ruangan untukmu ya?.” tanyaku, kurasa dia akan lebih baik jika dirawat.
“ani, aku tidak memerlukannya.” jawabnya berusaha menunjukan kalau dia baik-baik saja.
“baiklah, mungkin kalau kita ketaman kau jadi lebih baik, banyak udara segar disana.” ucapku akhirnya.
“baiklah, kkaja.” dia menggandengku, aku berhenti melihat tangannya yg menggandeng tanganku, dia sadar lalu melepasnya.
“mian , aku tak sengaja.” ucapnya.
“ah gwaenchana.” kataku.
***
kami duduk di bangku taman, dibelakang rerimbunan pagar daun, dan menghadap ke sebuah kolam ikan.
“kau tau dari dulu aku sering melihatmu mengambil fotoku diam-diam.” kata-katanya mengaggetkanku.
“Mwo? Eh? Itu aku.. Mianhe aku hanya.” Aishhhh aku bingung akan jawab apa, dia tau aku sering memotretnya? Tapi harus kujawab sekarang, harus!!. “Aku penasaran dengan senyummu,karna kau tidak pernah tersenyum didepan umum aku selalu memotretmu agar jika kau tersenyum aku selalu bisa melihatnya” Ahh apa yg kukatakan benar-benar bodoh!! Tapi semoga saja dia tidak mengingat kejadian saat aku mengatakan ini.
Aku melihat kearahnya dengan tatapan malu, tunggu dia tersenyum. Hei kim kibum tersenyum,senyumnya sangat manis bibir tipis itu sekarang semakin indah.
Bibir merah itu tertarik mengulas senyum paling manis yg pernah kulihat.

“kibum-ah kau tersenyum?.” tanyaku bodoh
“iya senyuman untukmu, kau tau aku suka sekali memandangi matamu tanpa kau sadari, mungkin kau memang tidak akan pernah sadar kalau aku melihatnya.” Jawabannya membuat aku bingung, sangat bingung
“kenapa kau memandangi mataku? Lalu apa maksudmu?Menyadari apa?.” aisshh aku ini calon dokter kebanggaan korea kenapa bisa sebodoh ini?.
“kau wanita itu, wanita yg membuatku bertahan sampai saat ini, dan matamu aku menyukai satu hal,apapun yg kau rasakan selalu tergambar dimatamu, dan aku tau kau selalu berkata jujur tentang keadaanmu.” jawabnya yakin, dan aku sadar ternyata dia telah menggenggam tanganku.
“mwo? Eh..eh kibum kau Benar-benar mencintaiku? Ah maksudku kau yakin?.” aku baru sadar itu tadi pernyataan cinta,Omo baru kali ini ada laki-laki yg menyatakan seperti ini, Biasanya mereka harus mempersiapkannya bersama eomma untuk membujukku mau mendengar perkataan mereka.
“iya aku yakin, tapi mian aku tidak bisa menjagamu karna sekaranglah waktuku, jaga dirimu baik-baik kau akan dapatkan lelaki yg lebih baik dariku.” apa maksudnya? Setelah dia bicara seperti itu dia pergi meninggalkan aku ditaman ini sendirian, apa mau mu Kim Kibum!!.
***
aku kembali keruangan ayahku dan ternyata ayah sudah ada disana .
“kemana saja? Appa mencarimu dari tadi.” tanya appa menoleh ke arahku.
“dari taman.” jawabku lalu duduk di sofa,aku tau ayah menghentikan pekerjaannya lalu mendekat kesofa
“gwaenchanayo?.” tanyanya halus
“gwaenchana appa.” appa menaruh tangannya dibahuku, lalu menghembuskan nafas nya
“kau appa-ttal yg paling kuat, tegar, cerdas! Kau bisa melakukan apapun, kau harus buktikan itu.” serunya menyemangatiku, yaa aku memang anak kesayangannya walaupun kadang appa terlalu membuatku kesusahan memenuhi permintaannya menjadi yg terbaik, tp aku pasti akan berusaha. “appa tau kibum kan?.” tanyaku pada appa
“nde? Wae?.” apa balik tanya padaku, terlihat sangat antusias
“apa ada cara agar dia bisa sembuh?.” ya tuhan kuharap ada, kuharap
“tidak ada, penyakitnya sudah sangat parah chagi, memangnya kenapa?.” aku pergi, maaf appa aku ingin sendiri.
***
Disini aku ditaman tadi, tempat dimana dia menyatakan cinta padaku.
“Kibum kau tau first love ku harus hilang begitu saja karna maut, itu menyakitkan, kenapa kau hanya bisa bertahan sampai disini? Kenapa tidak lebih lama? Kenapa tidak nanti saat kita mati bersama?.” mungkin tidak akan ada yg mendengarkannya tapi akan lebih lega jika dikatakan seperti ini, tess.. Air mataku menetes, tess.. Kembali air mataku menetes. Tuhan kalau saja dia bertahan aku janji aku akan menjaganya dengan baik, atau jika takdir tidak membiarkan kami bersatu, aku akan menjauh darinya aku janji ya tuhan, aku berjanji tess.. Lagi-lagi air mataku menetes
***
Aku menggeliat, hmmm dimana aku? Dan hei aku ada dipelukan seseorang
“Ki bum-ah?.” kaget, dimalam seperti ini aku bersama kibum ditaman? Bukannya td dia pergi meninggalkan aku? “aku ingin memberikan ini, ini perpisahan kita kan? Dan beberapa saat lagi aku akan dipanggil.” tess.. Lagi, dan lagi air mata ini menetes tp dia tetap tersenyum, serangkaian bunga anggrek di keliling kami, bunyi gerakan ikan dikolam, bintang menerangi malam, indahnya malam ini seperti mengejek hatiku yg sakit.
“Biarkan aku tidur dipangkuanmu, aku akan beristirahat dengan tenang kalau kau mengijinkannya.” kenapa dia tega bicara seperti itu didepanku?
“kibum-ah kumohon jangan berkata seperti itu, kumohon bertahan lebih lama.” tess.. Kali ini air mataku tidak terlihat karna air hujan turut serta mengguyur kami dimalam ini.
“maaf rasanya sakit, sakit sekali Ji Hee-ah aku sudah tak tahan, ini memang waktunya, biarkan aku pergi Ji Hee-ah.” kepalanya ada dipangkuanku, tangannya menggenggam tanganku dingin, rasanya dingin, hembusan nafasnya seakan kurasa dihatiku, hujan reda, hanya gerimis mengiringi tangisku, kubelai rambutnya.
“Ki bum aku mencintaimu, aku sangat sangat sangat sangat mencintaimu.” Teriakku.
“na..do.. Sar..ang..hae.. Ji.. Hee-..ahh.” parau terdengar, dia kini telah meninggalkanku, aku tau itu, nadinya berhenti. “Ki bum, aku akan menunggumu dikehidupan berikutnya….”

***
To : Shin Ji Hee

aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu aku selalu mencintaimu, pertama kali aku hidup aku tau aku ditakdirkan mencintaimu, dan saat terakhir aku hidup aku juga ditakdirkan mencintaimu, aku tidak pernah tidak mencintaimu seberapa banyak kata tidak akan menggambarkan perasaanku, maaf baru sekarang kukatakan aku takut kau marah padaku atau kau bisa saja tidak percaya padaku, maaf aku meninggalkanmu aku benar-benar tidak bisa disisimu, maaf aku mengecewakanmu terlalu banyak harapan yg kuberikan padamu saat tadi kunyatakan perasaanku padamu, maaf aku tidak berguna karna tidak bisa menjagamu, maaf aku lemah aku sudah benar-benar tidak tahan ji hee-ahh sakit ini menyiksa kumohon maafkan aku, dan satu lagi maaf aku mencintaimu aku tidak pantas mencintaimu aku hanya seorang lelaki penyakitan yg tidak seharusnya mencintaimu, kuharap kau lupakan aku, cari lelaki yg tepat jangan menangisi aku, sudah banyak airmata yg kau keluarkan tadi, tapi kumohon satu hal jangan lupakan kata “aku mencintaimu” kumohon….

Kim Kibum

My Fanfiction 3

kita bisa jadi teman akrab bahkan kuharap kau mau jd sahabatku.”
“baiklah, ya memang aku habis menangis kau mau apa? Aku mau jadi sahabatmu tp maaf aku tidak bisa jujur dalam semua hal ada yg memang privasi bagiku.” terang hye mi seraya beranjak meninggalkan ah ra
“chamkkaman, apa..ka..kau menyukai seung ri oppa?.”
“maksudmu seunghyun sunbae? A..akuu.”
“apa itu privasimu? Jika aku boleh tau, apa hubunganmu dengannya?.”
“mian, mungkin kita bicarakan lagi itu bersama seunghyun sunbae.”
“baiklah aku mengerti maksudmu.”
“kita sahabat sekarang?.”
“tentu.”
Hubungan hye mi dan ah ra semakin dekat sebagai sahabat~

@school
‘eumm dimana ya?.’ pikir hye mi dalam hati
Hye mi sedang menuju ke lab. Ipa di senior high school. Karna ada seorang teman hye mi yg memintannya menaruh buku milik guru mereka dilaci lab tersebut
“hye mi? mau kemana?.” Tanya ah ra
“ke senior high school,menaruh buku di lab ipa.”
“mau kutemani?.”
“kau mau? Baiklah kkaja.”
“kkaja.”
Setelah beberapa lama berjalan akhirnya mereka sampai didepan lab tersebut
“kau mau kutemani kedalam?.”
“ani, aku bisa sendiri.”
“oke aku tunggu di kursi itu ya” kata ah ra dan hye mi hanya menanggapinya dengan tersenyum

Saat masuk ruangan tersebut sudah tercium aroma cairan kimia dimana-mana, terdapat banyak cairan kimia yg ada di tabung reaksi ruangan itu, tertata sangat rapi di ruangan luas ini. Hye mi lalu menaruh buku tersebut dilaci yg disebutkan
“aaaawww… shhhh.” rintih seorang namja,hye mi yg mendengarnya mencari pria tersebut yg tidak bisa melihat sang pria karna ternyata terhalang meja, pria itu terduduk dilantai
“oo..oppa?.” kata hye mi kaget melihat pria itu yg ternyata ji yong tersiram cairan kimia berwarna biru
“kau?.”
“sini kuobati.” kata hye mi yg langsung mengambil kotak P3K yg memang disediakan di setiap lab.ipa, lalu mengobati ji yong. Sedangkan ji yong hanya diam dan memandangi hye mi
“seharusnya oppa hati-hati, bagaimana bisa cairan itu tumpah, oppa dari dulu memang ceroboh.” nasihat hye mi
“sudahlah,jangan sok perhatian, mau apa kau kemari? Kumohon jangan buat hatiku sakit lg bukankah kau sudah bahagia dengan seungri?.”
‘DEG! Apa? Oppa? Sudah tau mengenai itu? Bahkan ah ra pun belum tau! Bagaimana mungkin? Dan apa td dia bilang sok perhatian? Membuat hatinya sakit? Aku bahagia bersama seunghyun sunbae? Bahkan sampai saat ini aku belum mengobrol lg bersama seunghyun sunbae setelah acara pernyataan cintanya itu.’ batin hye mi dia menggigit bibir bawahnya menahan tangis karna tak mau membuat ji yong membencinya yg cengeng
‘apa aku salah? Bukankah itu benar kata seung ri ,hye mi menerimanya!.’ Batin ji yong
Tes..
Tanpa sadar air mata hye mi jatuh
“mian oppa…” kata hye mi lalu bergegas pergi
‘salah? Ya aku memang salah membuatnya menangis! Aku adalah orang yg selalu salah menjaganya! Aku salah! Aku menyesal!.’ batin ji yong

“hye mi!!.” panggil ah ra ketika melihat hye mi berlari dari lab
‘kenapa dengannya? Sebaiknya ku cek ada apa didalam’ batin ah ra sambil bergegas memasuki ruangan lab tersebut

“ji yong oppa?.” panggil ah ray g melihat seorang pemuda membelakanginya, ya walaupun membelakanginnya ah ra tau betul siapa pemuda berpotongan rambut seperti itu yg sering berada di lab dan ruang music
“siapapun kau, bisa kau keluar? Aku sedang ingin sendirian.”
“sebelum kau jelaskan kenapa kau buat sahabatku menangis aku tak akan keluar.”
“maaf itu bukan urusanmu.”
“itu urusanku oppa! Dia sahabatku.”
“seseorang yg mengkhianati kekasihnya, dan memacari sahabat kekasihnya? Itulah sahabatmu!.”
“mwo? Apa maksudmu oppa?.”
“tanyakan saja pada Kim Hye Mi!!.” ucap ji yong tegar sambil meninggalkan ah ra di lab itu sendirian
‘aku sama sekali tidak mengerti.’ batin ah ra

‘aku berlari tanpa tujuan, mungkin aku akan ketaman saat ini.’ batin hye mi
“akhhhh semuanya kacau kenapa aku selalu memikirkanmu? Kenapa? Apa aku benar-benar diterima? Kim hye mi saranghaeyo!.” teriak seseorang dipojok taman yg sepi, hye mi mendengar itu walau dia masih melanjutkan aktivitasnya menangis.hye mi menghampiri suara tersebut yg ternyata adalah seunghyun
“seunghyun sunbae?.”
“eh? Hye..hye mi~ah?.”
“apa mencintaiku adalah masalah?.”
“ani, bukan begitu hanya aku bingung kau menerimaku atau tidak?.”
“aku menerimamu sunbae tp aku masih terikat dengan seseorang.”
“eh? Apa maksudmu? Kenapa kau menangis?.” Tanya seunghyun tak mengerti saat melihat hye mi menangis
“sunbae? Hiks.. Apa kau benar akan menerima aku? Hiks.. Aku bukan gadis yg baik.” kata hye mi semakin terisak,melihat itu seunghyun pun memeluknya
“kau bisa panggil aku seungri oppa, kau kan yeojaku.” kata seunghyun a.k.a seungri
“mian oppa,mian… tak seharusnya aku menerimamu, entah kenapa saat itu aku ingin sekali dekat denganmu,aku ingin kau tersenyum untukku? Aku ingin kita bisa melewati hari yg menyenangkan bersama, aku nyaman berada didekatmu oppa.”
“uljima, jangan menangis, aku menerimamu apa adanya.” ucap seung ri menenangkan hye mi
“walaupun kau tau aku mempunyai seseorang yg belum memutuskan hubunganku sebagai yeojanya?.” Tanya hyemi, seung ri terlihat kaget entah dia bingung akan menerima atau tidak. Atau karena dia belum mengerti maksud hye mi
“kau salah hye mi.” sahut seseorang yg ternyata adalah ji yong
“oppa?.” ucap hye mi pelan
“kau salah kita tak memiliki hubungan apapun semenjak kau tinggalkan aku beberapa tahun lalu, semuanya berakhir, lupakan cinta masa kecil kita, aku bukan oppamu yg dulu.” jelas ji yong yg sontak membuat hye mi kembali terisak dipelukan seungri
“saranghaeyo saeng” ucap ji yong pelan lalu pergi, hye mi dan seung ri masih dapat mendengar kalimat terakhir itu

“gomawo oppa mau menerima aku,gundae aku harap oppa mau berfikir lg untuk memutuskanku” ucap hye mi lalu turun dari motor seungri dan menuju kerumahnya
‘mian aku tidak bermaksud membuatmu bersalah, aku tak tau kenapa? Kenapa aku tak bisa melepasmu! Walaupun sebenarnya aku kecewa pada kau dan ji yong!.’ batin seung ri sambil menatap punggung hye mi yg makin menjauh,lalu ia pun segera menstater motornya dan pergi

“chagi? Kau pulang? Jangan tinggalkan eomma chagi..hiks.” isak nyonya kim menyambut hye mi yg baru saja dating seraya memeluk anaknya itu
“eomma? Wae? Wae gurae? ada apa? Appa kapan kembali?.”
“hye mi duduklah, appa mau memberitahukan sesuatu.” Ucap tuan kim ,sedangkan nyonya kim berlalu menuju kamarnya

“eomma, aku pulang.”
“ah ra? Sudah pulang nak?.”
“appa? Kapan pulang? Eomma mana?.”
“ah ra appa harap kau mau mengerti tentang penjelasan appa.”
“tentang apa?.”
“duduklah.”

Dikamar hye mi
‘tuhan? Inikah rasanya menderita? Sakit ya tuhan, sangat sakit. Aku belum bisa melupakan masalah ji yong dan seung ri oppa, sekarang? Aku dinyatakan…. Bukan……. anak eomma dan appa? Sedih? Kecewa? Jangan tanyakan itu? Lebih dari itu, aku benar-benar tidak percaya. Seandainya benar kenapa? Kenapa baru sekarang kau beri tahu? Saat ini kalau tak mengingat bunuh diri perbuatan yg tidak baik aku akan melakukannya, aku hanya tidak mau mati dengan cara tragis dan tidak mendapatkan surga saat aku mati nanti’ hye mi menangis terisak,isak yg tak terdengar seorangpun dirumah itu, dia menutupi wajah cantiknya itu dengan bantal biru laut kesayangannya

Dikama ah ra
‘apa ini takdirku? Saat baru saja aku tau seorang yg kucintai adalah kekasih sahabatku sekarang aku tau aku bukan anak eomma dan appa? Baru saja eomma menyelesaikan project buku barunya itu yg selama empat tahun tak berhenti, baru sebentar merasakan kembali eomma seperti dulu saat aku kecil? Kau rebut semua? Takdir ini? Benarkah aku yg memilikinya? Aku tak tahan rasanya semua organ tubuhku tak dapat digunakan lagi.’

Ada suatu hal yg membuat mereka seperti itu
FlashBack On
Dirumah hye mi
“chagi? Kau pulang? Jangan tinggalkan eomma chagi..hiks.” isak nyonya kim menyambut hye mi yg baru saja dating seraya memeluk anaknya itu
“eomma? Wae? Wae gurae? ada apa? Appa kapan kembali?.”
“hye mi duduklah, appa mau memberitahukan sesuatu.” kata tuan kim, appa hye mi,nyonya kim pun kekamar
“appa harap kau tidak membenci kami akan hal ini, kami menyayangimu hye mi, bahkan jika kami bisa kami ingin kaulah yg menjadi darah daging kami, tp inilah kenyataannya.”
‘apa maksud appa?.’ kata hye mi membatin, ia hanya bisa bertanya dalam hati karna tak mau memotong perkataan ayahnya
“kau bukan anak kandung kami.”
‘Deg! Rasa ini kembali seketika, sakit,sungguh sakit! Aku berlari menuju kamarku.’
“hye mi? chagi? Appa harap kau mengerti.” teriak appa hye mi, saat hye mi melewati kamar eomma nya ia juga mendengar isak tangis eommanya

‘Ji yong oppa memang seorang yg misterius, ya itu yg membuatnya disukai banyak wanita, tp aku tidak menyukainya,huh sekarang aku harus mengikutinya untuk tau kenapa hye mi menangis td, dasar naga,hahaha ya itulah yg dikatakan seung ri oppa ketia dia kesal dengan ji yong oppa.’ batin ah ra mengikuti ji yong yg menenangkan pikirannya atas kejadian di lab tersebut, ji yong berhenti ketika mendengar seseorang bicara begitupun ah ra mereka serius mendengarkan pembicaraan itu
“sunbae? Hiks.. Apa kau benar akan menerima aku? Hiks.. Aku bukan gadis yg baik.” kata hye mi semakin terisak,melihat itu seunghyun pun memeluknya
“kau bisa panggil aku seungri oppa, kau kan yeojaku.” kata seunghyun a.k.a seungri
‘ “kau kan yeojaku?” kata itu? Apa benar? Aku tak tau bagaimana perasaanku? Bagaimana? .’
“mian oppa,mian… tak seharusnya aku menerimamu, entah kenapa saat itu aku ingin sekali dekat denganmu,aku ingin kau tersenyum untukku? Aku ingin kita bisa melewati hari yg menyenangkan bersamamu, aku nyaman berada didekatmu oppa.”
“uljima, jangan menangis, aku menerimamu apa adanya.” ucap seung ri menenangkan hye mi
“walaupun kau tau aku mempunyai seseorang yg belum memutuskan hubunganku sebagai yeojanya?.” Tanya hyemi, seung ri terlihat kaget entah dia bingung akan menerima atau tidak. Atau karena dia belum mengerti maksud hye mi
“kau salah hye mi.” sahut seseorang yg ternyata adalah ji yong
“oppa?.” ucap hye mi pelan
“kau salah kita tak memiliki hubungan apapun semenjak kau tinggalkan aku beberapa tahun lalu, semuanya berakhir, lupakan cinta masa kecil kita, aku bukan oppamu yg dulu.” jelas ji yong yg sontak membuat hye mi kembali terisak dipelukan seungri
“saranghaeyo saeng.” ucap ji yong pelan lalu pergi, hye mi dan seung ri masih dapat mendengar kalimat terakhir itu
‘apa ini? Apa yg terjadi? Aku mengerti perasaan hye mi tp mungkin untuk saat ini aku belum bisa bertemu dengannya karna orang yg sekarang jd kekasihnya adalah orang yg selama ini mengisi hatiku.’
Ah ra pun pulang kerumah
“eomma, aku pulang.”
“ah ra? Sudah pulang nak?.”
“appa? Kapan pulang? Eomma mana?.”
“ah ra appa harap kau mau mengerti tentang penjelasan appa.”
“tentang apa?.”
“duduklah.”
“appa harap kau bisa menerimannya, appa sangat menyayangimu eomma pun seperti itu makanya saat ini dia tak sanggup menemuimu.”
“maksud appa?.”
“kami juga tak menyangka hal ini bisa terjadi…kau…tertukar dirumah sakit dengan anak kandung kami.”
“MWO? Ap..appa? apa maksud appa apa?.”
“mian appa juga baru tau.”
‘tak tau bagaimana keadaan hatiku saat ini, hancur? Mungkin, setelah kejadian ini hatiku akan mati rasa.’ ah ra berjalan cepat menuju kamarnya
FlashBack Off

Di sebuah restaurant 2 pasang suami istri tengah membicarakan sesuatu
Keluarga kim dan keluarga park.ya dua keluarga ini membicarakan masalah anak mereka yg tertukar dirumah sakit terbesar di seoul
“ini pasti salah! Bagaimana mungkin rumah sakit terbesar di seoul bisa seceroboh ini? hiks.” Ujar nyonya kim tidak terima
“tenanglah chagi.” Ujar tuan kim menenagkan nyonya kim
“aku mendapat informasi ini dari pihak rumah sakit setelah mereka memilah kembali data-data kelahiran untuk di hitung pertumbuhan penduduk seoul dari 20 tahun lalu, ada dua anak perempuan dan tiga anak laki-laki yg lahir pada tanggal yg sama dan dua anak perempuan tersebut tertukar setelah terjadinya keributan akan penculikan salah satu bayi laki-laki yg lahir pada tanggal yg sama tersebut.” Jelas tuan park
“tidak mungkin semua ini tidak pernah terjadi!! Kita dibohongi, ah ra anakku!!.” ucap nyonya park tidak terima,sedangkan sang suami hanya bisa mengelus punggung istrinya tersebut
“jadi bagaimana keputusannya?.” Tanya tuan kim
“aku tidak mau berpisah dari hye mi! lebih baik kita kembali ke Hokkaido! Aku tidak mau dipisahkan! Aku mau hye mi menjadi putriku apapun yg terjadi.” Histeris nyonya kim
“aku juga aku tak akan melepaskan ah ra! Dia putriku!” sahut nyonya park
“baiklah kurasa mereka tidak mengerti ini tuan, mereka hanya merasakan perasaan mereka padahal ini adalahmasa depan anak-anak itu, tp sebaiknya mereka memang tidak dipisah hanya jika ada sesuatu sebaiknya kita saling memberitahukan.” Jelas tuan park
“aku setuju, tp kurasa perbedaan tempat tinggal akan lebih baik.” Ujar tuan kim menyetujui
“baiklah aku akan membicarakannya dengan keluargaku.” Jawab tuan park
Akhirnya pembicaraan malam itu berakhir

Semua seperti yg direncanakan mereka pindah dari seoul, hye mi pindah dari seoul menuju tokyo jepang yg walaupun tadinya ingin kembali ke hokkaido, tp menurut orang tuanya Tokyo tempat yg cocok untuk memperdalam pendidikannya, hubungan seungri dan hye mi tetap berjalan walaupun dalam keadaan jarak yg jauh. Sesekali seung ri mengunjungi hye mi yg berada di Tokyo saat liburan, sedangkan ah ra pindah ke Beijing,china untuk melanjutkan pendidikan olahragannya, lain lagi dengan ji yong yg memilih paris kota romantic sedunia untuk melanjutkan hobbynya menulis lagu, hubungannya dengan keluargannya semakin membaik walaupun hatinya masih belum menerima hye mi bukan miliknya

EPILOG
Di suatu gedung tampak sepasang pengantin sedang menerima tamu
“selamat yah ye mi kau memang sangat serasi dengan seungri oppa, walaupun dia terlalu jelek untukmu tp setidaknya kecantikanmu bisa menutupi rasa malunya itu, hahaha.” Sindir ah ra yg menghadiri pesta itu, dia dan juga hye mi juga tau bahwa mereka terturkar dirumah sakit itu walaupun begitu mereka bisa menerimannya
“yak kau ini!” protes seung ri
“hahaha” sedangkan hye mi hanya bisa tertawa melihatnya
“ekhm…” tiba-tiba jiyong datang
“oo..oppa?.” kaget hye mi
Suasana menjadi canggung, hening beberapa saat sampai seung ri mencairkan suasana
“naga? Kapan kau datang! Lama tidak jumpa kau makin tua saja hahaa” sapa seung ri dengan diiringi canda
“bukankah kau yang semakin jelek? Hahaha” jawab ji yong
“oh ya apa kabarmu hye mi? kudengar kau akan segera menjadi dokter sekaligus peneliti di laboratorium terkenal” lanjut ji yong

My Fanfiction 2

PREV

‘aku tidak percaya ini gadis kecil yg 4 tahun lalu mengisi hatiku gadis yg selalu tersenyum manis kepadaku, gadis yg ada di setiap lagu yg kubuat, hidup yg kujalani demi dia, yg walaupun saat aku masih berusia sangat muda aku sudah dapat merasakan kalau aku mencintainya. Dan yg meninggalkanku tanpa alasan. Yg hampir membuatku mati saat tau dia meningglakanku. Tuhan apa perasaanku saat ini masih untuknya?.’ jiyong bertanya-tanya dalam hati

NEXT

“hye mi? apa aku mengganggumu?.” Tanya seunghyu saat sudah ada dihadapan hye mi
“sunbae?ani kau tak menggangguku? Ada apa?.” Tanya hye mi
“bisa ikut aku ke perpustakaan?.”
“eumm” jawab hye mi sambil mengangguk

At library 
“memangnya siapa yg ingin bertemu aku, sunbae?.”
“chinguku, aku juga bingung kenapa dia ingin bertemu denganmu tiba-tiba begini… padahal baru melihatmu saat aku mengawasimu di kelas td.”
“mwo? Sunbae mengawasiku? Wae?.”
“gwaenchana, aku hanya ingin lihat keadaanmu.”
“ohh.”
“nah itu orangnya kau temui sendiri yaa.. kurasa dia hanya ingin berdua denganmu.” kata seunghyun seraya pergi
‘ji yong oppa? Jinjja? Tuhan bagaimana ini apa yg harus kulakukan?.’
“ji yong oppa?.” panggil hye mi tak percaya
“hye mi.” kata ji yong antara datar dan tegang
Hening sesaat…
Suasana perpustakaan sangat mendukung selain mereka berada di pojok ruangan, perpustakaan tersebut juga sangat sepi bahkan hampir kosong pengunjung perpustakaan tersebut hanya mereka dan satu orang murid perempuan yg membaca didekat penjaga perpustakaan yg jauh dari mereka berdua
“kenapa kau tinggalkan aku saat itu?.” Tanya ji yong kelihatan marah
“mianhe,mianhe oppa, mian aku tak memberimu kabar selama ini, mian aku tak pamit kepadamu, mian aku mengecewakanmu,mian aku tak menepati janjiku akan selalu disampingmu.” jawab hye mi yg matanya mulai berkaca-kaca
“sudahlah semuanya sudah terjadi, tidak usah disesali kau hanya akan membuang air matamu untuk hal yg percuma!.” ucap ji yong tegas lalu pergi dari perpustakaan
“oppa..” panggil hye mi pelan, saat ini air mata hyemi sudah meluncur membasahi pipi hye mi

Setelah kejadian diperpustakaan itu hye mi berjalan ke toilet wanita menghapus air matany, tanpa sengaja ah ra melihat hye mi dengan matanya yg sembap. Sampai pada saat pulang sekolah dan hye mi ada dirumah.
Hye mi yg memang tidak suka menulis diary ,merekam suaranya di handphonenya mencurahkan segala perasaannya didalam kamarnya yg luas nan sunyi itu
“mian. Mianhe oppa aku tau aku salah aku tau aku mengecewakanmu tp sebenarnya aku tak berniat seperti itu sama sekali….hiks… aku ingin memberimu kejutan,aku memenuhi keinginanmu untuk mempelajari langsung secara praktek iklim diluar korea, yg walaupun aku sama sekali tidak suka pelajaran biologi,hiks.. aku tetap mempelajarinya, hiks… tp aku salah tak pamit padamu.. hiks … aku juga tak menyangka kau semarah ini padaku maafkan aku oppa..hiks.” cerita hye mi sambil memegang foto ji yong dan handphonenya yang digunakan untuknya bercerita
*anata kara kurushi mio ubaeta sonotoki
watashi nimo ikite yuku yuukiga waite kuru
anatato deaumadewa kodokuna sasuraibito
sonoteno nuku morio kanji sasete
HP hye mi bordering rupanya dari apanya
“…..”
“hi, daddy ada apa?.”
“…..”
“gwaenchana aku baik-baik saja, eomma juga akan pulang besok tenanglah.”
“…..”
“eumm, baik,baik arraseo. Bye..bye.” setelah itu hye mi menutup sambungan telepon, dan menatap tugas-tugas yg menantinya

“eomma?.” panggil ah ra memasuki ruang kerja eommanya
“ah ra? Ada apa? Ada masalah?.” Tanya ibunya yg belum mengalihkan perhatiannya dari komputernya
“ani. Aku ingin berenang eomma temani aku ya? Aku sangat bosan.”
“mian chagi eomma masih harus berdiskusi dengan teman eomma mengenai buku sejarah yg akan eomma rilis sebentar lagi, bagaimana kalau kau ikut berdiskusi agar tidak bosan?.”
“hmm tidak usah eomma, aku berenang saja sendiri.” ucap ah ra meninggalkan eommanya, lalu beranjak ke kolam renang dibelakang rumahnya
‘mian chagi, sebenarnya eomma ingin menemanimu tp apa yg dapat eomma lakukan inilah pekerjaan eomma.’ Batin nyonya park
Ah ra dan Hye mi memang berbeda ah ra kurang mendapatkan perhatian dari ayah dan ibunya. Sedangkan hye mi walaupun ibunya sering keluar kota atau negeri dia selalu dapat perhatian lebih dari kedua orang tuanya itu. Itulah sebabnya mereka memiliki sikap yg berbeda.

‘kenapa dia kembali? Kenapa? Aku benar-benar tidak tau apa yg kurasakan padanya sekarang, sakit hati yg 4 tahun lalu urasakan kini kembali, bagaimana aku menghadapinya? Tuhan, kumohon bantu aku tolong berikan jawaban apa yg harus kulakukan? Aku masih menyayanginya namun aku sakit hati karenanya.’ batin ji yong
Ji yong berada dikamarnya yg bernuansa cokelat lembut, menatap sebuah foto yg ternyata fotonya dan hye mi saat kecil, dengan ji yong diatas kursi roda dengan kaki di GIPS, tp mampu tersenyum bersama hye mi
Tok..tok…tok
“hei naga, ini aku seung ri cepat buka pintunya!.” seru seunghyun dari luar kamar
“aisshhhh panda itu! Ya chamkkaman.” seru ji yong lalu buru-buru menyimpan fotonya, dan membukakan pintu
“kau itu lama sekali!.”
“yaaa!! sudah baik kubukakan pintu! Kau ini!.”
“eh kau tau tidak eommanya hye mi itu atlit terkenal lho! Kim jeong kyo, Keren ya? Tp aneh dia sepertinya tidak pandai olahraga.”
“ohh.”
“yaaa kau kenapa hanya ohh? Kau ini memang tidak tau apa-apa tentang olahraga! Badanmu itu bagus kenapa kau tidak mencoba membentuknya agar tambah bagus? Seperti choi seunghyun model terkenal itu.”
“tidak sempat aku harus buat lagu dulu!.”
“ahh kau ini lagu terus.”
“biar saja.”
“aku beri nspirasi ya? Bagaimana kalau lg tentang perbedaan nah misalnya seperti hye mi dan ah ra? Bagaimana?.”
“tidak bisakah laguku sekali saja tak menggunakan sosoknya?.”
“hah? Maksudmu? Ah ara,ara. Kau menggunakan ah ra dalam lagumu ya? Wah kau suka ah ra ya?.”
“ani, mana mungkin nanti kau cemburu lg!.”
“hei tenang saja aku tak suka ah ra kok!aku malah suka hye mi hahaha.”
“mwo? Kau?.”
“bercanda, kau ini percaya saja!.”
“oohhh.”
“oh ya aku mau Tanya kau ini kenapa sih kemarin bertemu hye mi di perpustakaan? Setelah itu hye mi menangis ada apa? Kalian sudah kenal ya sebelumnya?.”
“eh? Dia menangis?.”
“iya? Tp aku tidak tau karna kau atau bukan karna sebelum itu kau sudah keluar sendiri, dia juga lama ada di perpustakaan.”
“seung ri, aku boleh minta bantuanmu?.”
“eum? Apa?.”
“jadilah kekasihnya hye mi.”
“MWO? Kau gila kita baru saja bertemu mana mungkin hye mi mau!.”
“kau jaga lah dia ku mohon.”
“apa alasanmu? Kenapa harus aku? Kenapa kau begitu peduli padanya?.”
“aku akan mengatakannya kalau kau menuruti permintaanku.”
“huh, baiklah.”
Seunghyun menuruti apa yg dikatakan ji yong karna tak ingin mengecewakan temannya itu, bukan hanya karna itu dia juga menyukai tipe seperti hye mi

‘aku akan tau kebenarannya nanti, mungkin ji yong punya alasan khusus. Lagipula aku juga menyukai sosok hye mi, baiklah aku akan menjaganya semampuku.’
Hari-hari dilalui mereka dengan keadaan berbeda, seung ri memperhatikan hye mi dan menjaganya, hye mi yg takut akan menyukai seungri karna merasa bersalah pada ji yong, ji yong yg berusaha menghindar dari hye mi dan mendekati ah ra dalam upaya melupakan hye mi dan juga agar ah ra tidak mengganggu hye mi dan seung ri, ah ra yg kecewa akan perubahan sikap seung ri yg tidak lg memperhatikannnya seperti dulu

“seungri apa kau sudah menjadi namjachingunya hye mi? sepertinya kau semakin dekat dengan hye mi.” Tanya ji yong sambil tersenyum mencurigai sesuatu
“eh? Ah … belum memanya kenapa?.”
“cepatlah, kurasa taecyeon teman sekelas kita juga menyukainya, kau tau dia seperti apa? Playboy, aku takut hye mi sakit hati.”
“hahahaha kau ini seperti appanya hye mi saja! Selalu menghawatirkan hye mi. bedanya appa hye mi bicara dengan hye mi melalui telepon sedangkan kau melalui aku, ahahahaha.” canda seunghyun
‘kim ahjussi, ahh orang itu dia baik sekali menemani kami dirumah sakit waktu itu, tp kenapa dia tidak bilang akan membawa hye mi pergi.’ batin ji yong
“kenapa lewat telepon? Memangnya ayahnya ada dimana?.” Tanya ji yong
“masih di jepang mengurus kepulangan kesini karna belum dipindah tugaskan.”
“ohhh.. yasudah cepatlah jadi namjachingunya hye mi ya! Sampai bertemu besok.. bye!!.”
“heiiii bisanya hanya menyuruh dasar naga!.”

“hye mi-ah, eum… apa kau ada pelajaran tambahan hari ini?.”
“hmmm, ani sunbae, wae?.”
“apa bisa bicara sebentar ditaman?.”
“ne~.” jawab hye mi lalu seunghyun menggenggam tangan hye mi dan membawanya ke taman
‘kenapa jantungku berdetak cepat? Kenapa rasanya sama seperti saat aku bersama ji yong oppa?.’ batin hye mi
‘astaga rasanya jantungku mau melompat, hye mi apa sekarang aku benar-benar mencintaimu? Jeongmal aku tak tahu mau bicara apa sekarang! Benar-benar berbeda saat aku menyatakan cinta pada yu hee.’ batin seunghyun
Setelah sampai mereka masih terdiam samapi seung hyun memulai
“saeng maukah kau menjadi yeojachinguku?.”
‘Deg!! Apa ini kenapa seunghyun sunbae mengatakan hal yg sama seperti yg ji yong oppa katakan? Kenapa menggunakan panggilan itu? Kurasa air mataku mulai membasahi pipiku saat ini.’
-flashback-
Dua anak kecil berada di taman rumah sakit yg perempuan berdiri sambil memegang kursi roda si anak laki-laki
“saeng aku ingin bicara denganmu! Tapi kau harus jawab ya!.”
“ne~ tentu oppa.”
“saeng maukah kau menjadi yeojachinguku?.”
Anak perempuan td mengangguk lalu berlari meninggalkan anak laki-laki itu
“yyaaaaa!!!!!!!!! Saeng tunggu!!.”
-flashback end-
‘mian ji yong oppa. Tp aku nyaman berada disisi seunghyun sunbae.’
Hye mi mengangguk tp air matanya deras menuruni pipi mulusnya, setelah itu hye mi berlari pergi
“yaa hye mi, jangan pergi.” sergah seunghyun mencoba mencegah hye mi pergi tp gagal hye mi sudah jauh berlari
‘kenapa? Apa aku salah bicara? Huh seharusnya aku tidak memanggilnya saeng td, apa aku terlalu kasar? Atau terlalu menganggapnya anak kecil? Lalu kenapa dia mengangguk kalau tidak mau?.’

Hye mi berlari menyusuri koridor saat ini hye mi ingin menenangkan dirinya, tp tanpa sengaja menabrak seseorang
Brukk..
“mian,mianhe.” kata hye mi menunduk
“ah gwaenchana.” kata orang itu merapikan bukunya
“hye mi?.” lanjut orang itu setelah melihat hye mi
“oppa?.” kata hye mi yg kaget melihat ji yong oppa
“kau men..menangis?.” Tanya ji yong yg menyadari air mata hye mi
Hye mi berlari meninggalakan ji yong

Dilain tempat ah ra bertemu dengan nyonya kim ibu hye mi, tepatnya di gedung olahraga. Ah ra memang sering kesini untuk berolahraga kapanpun dia mau karena sudah mempunyai kartu khusus yg ayahnya buat, sedangkan nyonya kim sedang melatih seseorang disana
“kau sangat pintar bermain tenis ya nak.” puji nyonya kim setelah melihat permainan ah ra
“ah gamsahabnida nyonya kim.” jawab ah ray g langsung mengenali nyonya kim karena dia atlit terkenal
“tidak usah seformal itu! Panggil aku ahjumma saja , aku juga mempunyai anak perempuan seumuran denganmu.” cerita nyonya kim
“oh ya?.”
“eum, dia cantik, Pintar, baik,dan feminine.tp sayang tidak pandai dalam olahraga walaupun dia sudah berusaha keras.”
“ohh…”
“ikut ahjumma kerumah ahjumma ya?.”
“ahh.. tidak usah nanti merepotkan.”
“ani, nanti ahjumma kenalkan ke anak ahjumma,otthe?.”
“ahh, baiklah ahjumma aku juga kesepian dirumah.hehe.”
“kkaja.”
“kkaja.” ah ra dan nyonya Kim pun berangkat menuju kerumah nyonya Kim yg juga rumah hye mi, di mobil mereka juga diselingi obrolan mereka terlihat sangat akrab
“oh ya, tadi kau bilang kesepian? Kemana orang tuamu?.”
“ahh,, ibuku sibuk memperhatikan komputernya hahaha.”
“mwo? Maksudmu bagaimana? Aku sama sekali tak mengerti.”
“eommaku seorang penulis, dia bekerja sama dengan penerbit diberbagai Negara maka sangat sulit untuk berkumpul dengannya.. ya kecuali kalau aku bersedia menjadi murid sejarahnya hehehe kalau ada appa ada di korea mungkin akan menemaniku berenang tp sedang tugas diluar negeri.”
“ibumu penulis buku sejarah? Nyonya park yg nama aslinya jang eun mi?.”
“nde~ bagaimana ahjumma tau?.”
“anakku penggemar setianya, dia selalu membeli buku yg dikeluarkan ibumu.”
“oh ya? Aku senang ibuku banyak penggemar, siapa nama anak ahjumma?.”
“hye mi, kim hye mi… anak itu aku sangat menyayanginya,ahh andai pekerjaanku tidak banyak menuntut aku akan selalu disampingnya..hahaha.”
“hahaha mungkin eomma ku juga seperti ahjumma ya? Aku juga tidak boleh berpikiran buruk.”
“tentu, kau harus bayangkan seberapa besar pengorbanan eommamu saat melahirkanmu, dia juga mengajakmu untuk menemaninya bekerja kan? Mungkin itulah waktunya.”
“yaa…kalau saja aku juga menyukai sejarah aku bisa dekat dengan eommaku, aku akan berusaha belajar tentang sejarah.”
“hwaiting! Hehehe.”
“gamsahabnida ahjumma.”
“satu lagi kau bisa belajar sejarah dengan hye mi, walaupun seumuran denganmu tp pengetahuan sejarahnya sudah seperti 5 tahun lebih dewasa.”
“oh gomawo semoga hye mi mau mengajariku, ehehehe.”
“ne~ dan kuharap kalian bisa akrab .”
“do.”

‘apa jawaban ku salah? Aku masih mencintai ji yong oppa Tp aku juga menyukai seunghyun sunbae, tuhan jika ini semua keputusanmu aku menerimanya, aku terima ji yong oppa membenciku, semua ini memang salahku.’
Hye mi masih mengurung dirinya di dalam kamar, pelayannya yg baru kembali dari namsan,kampung halamannya sampai bingung kenapa nona mudanya bersikap seperti itu
Ting…Tong
Bel rumah hye mi berbunyi nyonya kim baru saja datang bersama seorang gadis yg adalah ah ra
“nyonya.. silahkan.”
“bibi jung kemana hye mi?.”
“ada dikamar nyonya, sejak pulang td dia mengurung dirinya dikamar dan belum makan sampai saat ini.”
“mwo? Wae?.”
“saya tidak tau nyonya.”
“baiklah terimakasih bibi jung, dan tolong buatkan minuman untuk ah ra, ah ra eommonim tinggal sebentar ya? Silahkan duduk.”
“ne~.” sahut ah ra
“nona mau minum apa?.”
“ ahh terserah bibi saja.”
“baik saya buatkan dulu.”
“gomawo.”
“cheonmaneyo.”
Ah ra melihat sekeliling ruangan itu, dia benar-benar tidak percaya hye mi adalah gadis yg akhir-akhir ini lebih sering bersama seunghyun dan yg sekaligus membuatnya kecewa karna hal tersebut
@hye mi room
“chagi, bisa keluar sebentar? Eomma mau mengenalkan seseorang padamu.”
‘eomma sudah pulang? Aku tidak boleh kelihatan lemah.’ batin hye mi lalu menghapus air matanya
“ne~ eomma aku sebentar lg selesai.”
“eomma tunggu di ruang tamu.” bohong nyonya kim, dia menunggu didepan pintu kamar hye mi karna terlalu khawatir pada anaknya
Hye mi keluar kamar mendapati eommanya berdiri didepan pintu kamarnya
“eo..eomma? kenapa eomma ada disini?bukankah td eomma bilang..”
“chagi, gwaenchanayo?.”
“gwaenchana eomma, wae?.”
“jangan bohongi eomma, eomma tau kau tidak baik-baik saja.”
“uljima eomma, kita temui seseorang yg ingin eomma kenalkan dulu.”
“baiklah, tp nanti kau harus ceritakan pada eomma.”
“huft..”

My FanFiction

PROLOG
Kisah dua anak perempuan yg berbeda. Kim Hye Mi seorang gadis berumur 15 tahun yg sangat menyukai sejarah, cerdas ,feminine dan pendiam, Sedangkan Park Ah Ra gadis berusia 15 tahun yg Ceria,dan energik. Mereka menyukai Lee Seung Hyun pemuda berusia 17 tahun yg terkenal mudah bergaul,cerdas,sangat menyukai dance tp tidak seterkenal kwon ji yong teman akrabnya berusia 17 tahun suka menciptakan lagu, pendiam dan misterius
#OST Just The Way You Are (piano cover by min soo kim)
I Think I – Byul
It has to be you – yesung
Check is out
+Author POV+
“hye mi-ah, apa ini tidak terlalu pagi nanti kau sakit?.” Kata nyonya Kim,ibu Hye mi yg seorang atlit terkenal korea walaupun saat ini sudah jarang mengikuti lomba keluar negeri karna umurnya
“eomma tenang saja aku sudah pakai scraft dan jaket tebal yg eomma berikan aku tidak akan sakit.” Kata hye mi meyakinkan eommanya
“baiklah, hati-hati yaa. Eomma akan kembali besok ada pengarahan untuk atlit junior di pulau Jeju.” ucap eomma hye mi akhirnya mengizinkan anaknya pergi kesekolah, dan dia juga pergi berangkat ke pulau Jeju
Hye Mi berangkat kesekolah dengan bus, hye mi adalah anak yg rajin dan mandiri dia selalu datang lebih awal dari temannya,hari ini ia melanjutkan kehidupannya dikota seoul karna sebelumnya dia tinggal di Hokkaido,jepang selama 4 tahun.sementara ayah hye mi masih disana menjalani perannya sebagai menteri luar negeri yg baru akan diganti 1 tahun lagi
‘aku tidak sabar bertemu teman-teman, apalagi ji yong oppa.’ bisik hye mi dalam hati

Brukk..
Secara tidak sengaja seorang pemuda menabrak hye mi
“mianhe,mianhe aku tidaksengaja mari kubantu.” Kata pemuda itu sambil membantu hye mi
“aawww….appo..” desis hye mi kesakitan
“ommo luka, ahh sebaiknya kau kugendong!.” kata pemuda itu menggendong hye mi
“ahh tidak usah aku taka apa.” Ucap hye mi menolak halus
“kau mau kemana sekalian kuantar kita naik bus.” Tanya pemuda itu tak menggubris perkataan hye mi
“ke kyunghee school.” Jawab hye mi pelan
“ohhh?.” kata pemuda itu bingung
“wae?.” Tanya hye mi yg melihat pemuda itu bingung
“kita searah.” Jawab pemuda itu
selama perjalanan mereka sama sekali tidak mengobrol, mereka duduk di paling belakang bus itu juga sepi hanya ada sekitar lima orang , 1 supir 2 mereka dan 2 lg anak sekolah yg berbeda seragam,pemuda itu mengobati hyemi sedangkan hye mi hanya memperhatikan pemuda itu
“jangan melihatku seperti itu, apa ada yg salah?.” Kata pemuda itu tiba-tiba setelah seleai mengobati hye mi
“ahh?.. ani.” Ucap hye mi kelabakan
“ohh…” jawab pemuda itu
“eh kau kelas berapa kenapa aku baru melihatmu? Aku juga murid kyunghee.” Jelas pemuda itu
“ohh kim hye mi imnida pindahan dari Hokkaido jepang, mohon bantuannya.” Ucap hye mi memperkenalkan diri
“lee seung hyun imnida, aku sunbaemu aku di kyunghee senior high school sedangkan kau di kyumghee junior high school iyakan?.”
“oohhh..nde.”
“sudah sampai ayo turun, mau ku gendong? Atau kupapah saja?.”
“ tidak usah,aku bisa jalan sendiri.”
“yasudah kugendong saja yaa.”
“omo sunbae tidak usah aku bisa jalan sendiri.”
“gwaenchana, dimana kelasmu?.” kata seunghyun mengelak dan mempercepat langkahnya
“IX-J.” jawab hye mi singkat
Selama perjalanan kekelas hye mi beberapa murid menatap mereka berdua dengan tatapan aneh, walaupun hanya beberapa anak saja karna masih sangat pagi.. seorang gadis yg baru saja datang terlihat sangat sedih melihat kejadian itu, dan gadis itu adalah ah ra. Park Ah Ra
“gamsahabnida sunbae.”
“cheonma, tak usah seformal itu aku jadi tidak enak. Aiiggoo aku lupa ada janji dengan dragon itu!!.” Jawab seunghyun tersenyum namun sedetik kemudian menepuk dahinya karna melupakan sesuatu
“mwo? Dragon? Naga?.” Sahut hye mi tidak mengerti
“ahh ani, bukan naga sungguhan hahaha kau itu, yasudah yaa aku pergi dulu annyeong.” seunghyun membungkuk lalu pergi
‘haha orang yg aneh!.’ pikir hye mi dalam hati

Saat ini dikelas ah ra IX-H , sedang berlangsung pelajaran sejarah yg sangat membosankan bagi seorang ah ra
“park ah ra coba jelaskan bagaimana awal terjadinya perang dunia ke II?.” Tanya jung seongsaenim pada ah ra yg sedang melamun dan memikirkan hal yg ia lihat barusan
“ahh? Ahh…itu… mian seongsaenim aku ..aku.“ jawab ah ra kaget
“sudahlah mungkin kau ini memang tidak bisa mendengarku aku hanya akan menyuruhmu keluar.” keluh jung seongsaenim menyerah karna ah ra memang sudah seringkali tidak bisa menjawab pertanyaannya setiap pelajaran sejarah
“nde.. aku keluar.” kata ah ra seraya berjalan keluar murid lain hanya bisa diam dan menyaksikan apa yg pernah terjadi

“huh? Lebih baik aku main basket saja tidak mungkin kan aku keruang dance dan menyalakan music saat ini, yaa walaupun ruangan itu kedap suara.” ucap ah ra pada dirinya sendiri, ah ra mengambil bola basket lalu memainkan bola tersebut dilapangan pemisah gedung JHS – SHS kyunghee
“heii saeng sedang apa kau di tengah lapangan begitu?.” seru seunghyun, ah ra dan seunghyun memang sudah akrab karena mereka satu ekskul yaitu dance dan basket, ah ra menyukai seunghyun sedangkan seunghyun hanya menganggapnya sebagai adik
“ahh oppa? Yaa biasalah aku dihukum saat pelajaran sejarah, aku benar-benar tidak menyukai pelajaran itu!!.”
“hahaha kau ini, sudah seharusnya kau menyukai pelajaran itu lihat eommamu dia terkenal sebagai penulis sejarah kenapa kau tidak?.”
“molla. Mungkin aku ini bukan anaknya.”
“hei! Kau ini tidak boleh berbicara seperti itu!.”
“mian, habisnya aku tak pernah menurunkan kebiasaan eommaku.” kata ah ra putus asa
“sudahlah, aku pergi dulu yaa.”
“eumm.” jawab ah ra sambil mengangguk

Saat istirahat hye mi hanya diam dikelas sambil membaca novelnya, sedangkan ah ra bersama dengan seunghyun berkeliaran di ruang dance yg luas dan mencari-cari apa yg mereka butuhkan. Disisi lain ji yong ada di perpustakaan mendengarkan lagu dan mencari inspirasi
“heii kau salah bukan begitu tp begini.” kata seung hyun menunjukan gerakan yg benar
“suka-suka aku dong kenapa memangnya?.”
“hei kau benar-benar tidak sopan ya jadi hokbae! Huh!.”
“hahaha ngambek!.”
“sudah ahh aku keluar saja, byee..byee.” kata seunghyun seraya berlari meninggalkan ruang dance
“yaa!! Dasar sunbae babo!! Kenapa sih dia tidak pernah menyadari perasaanku, menggodaku sebagai perempuan saja tidak pernah!.” seru ah ra setelah seunghyun telah benar-benar keluar ruang dance

‘sebaiknya aku kemana ya?.’ piker seunghyun dalam hati
‘aha!! Ji yong! Hmm atau hye..hye siapa ya td ah hye mi?.’
Akhirnya seunghyun memutuskan untuk melihat keadaan hye mi karna merasa bersalah
“dia sangat berbeda dengan ah ra yaa…” gumam seunghyun dan didengar ji yong yg kebetulan lewat sehabis memberikan berkas lagu untuk paduan suara JHS tersebut karna dia perwakilan paduan suara SHS
“nugu?.” Tanya ji yong penasaran
“mwo? Ehh.. dia yg tadi membuatku terlambat, eumm tp tidak juga sih memang aku yg menabraknya hehe..”
“ohh dia itu? Feminine , sepertinya juga suka membaca ya beda dengan ah ra.” ucap ji yong memberi komentar walaupun belum memperhatikan secara jelas orang yg dia beri komentar itu
“iya ah ra itu energik, dan ceria beda dengan hye mi yg pendiam dan feminine “ jelas seunghyun
“mwo? Namanya? Hye mi? kim hye mi?.” Tanya ji yong kaget lalu mencoba melihat wajah hye mi lebih jelas
“nde..wae?.”
“bisa tolong bawa dia ke perpustakaan.” kata ji yong seraya pergi
“ heii!! Apa-apaan sih naga itu.” keluh seunghyun mencoba memanggil ji yong tp ternyata ji yong sudah pergi

‘aku tidak percaya ini gadis kecil yg 4 tahun lalu mengisi hatiku gadis yg selalu tersenyum manis kepadaku, gadis yg ada di setiap lagu yg kubuat, hidup yg kujalani demi dia, yg walaupun saat aku masih berusia sangat muda aku sudah dapat merasakan kalau aku mencintainya. Dan yg meninggalkanku tanpa alasan. Yg hampir membuatku mati saat tau dia meningglakanku. Tuhan apa perasaanku saat ini masih untuknya?.’ jiyong bertanya-tanya dalam hati

To Be Continue

This entry was posted on September 19, 2011. 2 Komentar

Welcome to my blog

hai,hai aku vivi aprilia siapapun yg buka blog ini jangan kaget ya kalo isinya gajelas hehehe

aku k-popers dari indonesia,dan yg paling penting aku ini VIP #ayo ayo siapa yg ngefans sama BIGBANG#

aku juga BestFriend dan EELs

disini aku akan share beberapa tulisan aku, mohon comment nya yaa tp aku gak maksa kok udah dibaca aja aku seneng,hehe

yg mau tau lebih lanjut :

twitter @viprilla

facebook vivi aprilia

heello viprilla

bisa hubungi aku di jejaring social diatas

thanks for your attention